PALANGKA RAYA | EnterKal — Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menghadiri Pengajian Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama di Masjid Darul Arqam Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Sabtu (21/2/2026) malam.
Kegiatan yang digelar keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Tengah tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya H. Abdul Razak, Ahmad Syar’i selaku Ketua PW Muhammadiyah Kalteng, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, Ketua MUI Kalteng Khairil Anwar, serta Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini.
Pengajian dan buka puasa bersama itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan di Kalimantan Tengah.
Apresiasi Peran Muhammadiyah
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menyampaikan apresiasi kepada Persyarikatan Muhammadiyah atas konsistensinya bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah.
“Kolaborasi pemerintah dengan organisasi Muhammadiyah adalah kekuatan besar. Perannya sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum muhasabah atau evaluasi diri, memperkuat persatuan, serta meningkatkan amal kebajikan.
Pesan Penceramah: Optimisme dan Produktivitas
Dalam kesempatan tersebut, tausiah disampaikan Ustadz H. Hajriyanto Y. Thohari, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya sikap pemaaf dan optimisme dalam beragama.
“Meski dosa setinggi gunung atau seluas buih di lautan, jangan pernah berputus asa dari ampunan dan rahmat Allah Taala,” pesannya.
Mantan Duta Besar RI untuk Lebanon periode 2019–2025 itu juga mengajak warga Muhammadiyah untuk mengisi Ramadan dengan keseimbangan antara ibadah dan produktivitas.
Menurutnya, ibadah seperti puasa, salat tarawih, dan sedekah perlu ditingkatkan, namun umat juga harus tetap bekerja keras dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam membangun masyarakat Kalimantan Tengah yang religius dan berdaya saing. (Red)








