spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Pancasila, Cahaya Penuntun Generasi Muda Bangsa di Era Digital

Oleh: Mukhtarudin, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Anggota Komisi XII Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah

Sebagai anggota DPR RI, saya menyampaikan refleksi tentang peran Pancasila bagi generasi muda di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025, kita diingatkan bahwa Pancasila bukan sekadar ideologi negara, tetapi juga cahaya penuntun yang relevan bagi generasi muda untuk membangun Indonesia yang harmonis, adil, dan maju.

Sebagai wakil rakyat, saya melihat urgensi untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan generasi muda, terutama di era digital yang penuh peluang sekaligus tantangan.

Pancasila, sebagai dasar ideologi negara Indonesia, tetap menjadi kompas moral dan panduan kehidupan berbangsa yang relevan bagi generasi muda hingga kini.

Di tengah arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan tantangan sosial seperti polarisasi dan intoleransi, Pancasila menawarkan nilai-nilai yang tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga membekali generasi muda untuk menghadapi dinamika zaman dengan bijaksana.

Menjaga Identitas Nasional di Era Globalisasi

Generasi muda saat ini hidup dalam era di mana budaya global, media sosial, dan tren internasional dengan mudah memengaruhi pola pikir dan gaya hidup.

Nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengingatkan pentingnya menjaga identitas nasional di tengah gempuran budaya asing.

Generasi muda dapat menggunakan Pancasila sebagai filter untuk memilah nilai-nilai global yang sesuai dengan karakter bangsa, seperti menghargai keragaman budaya lokal sambil tetap terbuka terhadap inovasi.

Misalnya, melalui konten digital di media sosial, generasi muda dapat mempromosikan budaya Indonesia, seperti tarian tradisional atau kuliner lokal, tanpa kehilangan jati diri.

Membangun Karakter Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menjadi pedoman bagi generasi muda untuk bersikap empati dan menghormati hak asasi manusia.

Di tengah maraknya ujaran kebencian di media sosial dan konflik berbasis identitas, Pancasila mengajarkan pentingnya toleransi dan keadilan.

Generasi muda, yang aktif di dunia digital, dapat menerapkan sila ini dengan menciptakan konten yang mendukung inklusivitas, melawan hoaks, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghargai perbedaan.

Contohnya, banyak anak muda kini menggunakan platform seperti YouTube atau Instagram untuk mengkampanyekan isu-isu sosial, seperti kesetaraan gender atau perlindungan lingkungan, yang sejalan dengan nilai kemanusiaan Pancasila.

Mendorong Partisipasi dalam Demokrasi yang Bermartabat

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, relevan bagi generasi muda yang kini memiliki akses luas untuk menyuarakan pendapat melalui platform media sosial atau media daring lainnya.

Namun, kebebasan berekspresi ini sering disalahgunakan, seperti melalui polarisasi politik atau debat yang tidak produktif.

Pancasila mengajarkan generasi muda untuk berpartisipasi dalam demokrasi dengan cara yang konstruktif, melalui musyawarah dan dialog yang berbasis fakta dan akal sehat.

Misalnya, generasi muda dapat terlibat dalam diskusi publik atau inisiatif masyarakat sipil untuk mendukung kebijakan yang mencerminkan aspirasi rakyat, seperti isu pendidikan atau perubahan iklim.

Mewujudkan Keadilan Sosial di Era Digital

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi panggilan bagi generasi muda untuk mengatasi ketimpangan sosial yang masih ada, termasuk di ranah digital.

Banyak anak muda saat ini menjadi pelaku usaha startup atau konten kreator, yang dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi yang inklusif.

Contohnya, platform e-commerce yang dikembangkan anak muda dapat membantu UMKM di daerah terpencil menjangkau pasar yang lebih luas, sejalan dengan semangat keadilan sosial.

Selain itu, generasi muda juga dapat menggunakan teknologi untuk mengadvokasi isu-isu seperti akses pendidikan atau kesehatan bagi masyarakat marginal.

Kepercayaan pada Tuhan sebagai Landasan Moral

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan landasan moral bagi generasi muda untuk menjalani kehidupan dengan integritas dan tanggung jawab.

Di tengah tantangan seperti materialisme atau hedonisme yang sering dipromosikan di media sosial, sila ini mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual dan etika dalam setiap tindakan.

Generasi muda dapat menerapkannya dengan menjadi teladan dalam komunitas mereka, misalnya melalui kegiatan sosial atau amal yang mencerminkan nilai-nilai keimanan dan kebaikan.

Tantangan dan Harapan

Meski Pancasila memiliki peran penting, generasi muda menghadapi tantangan dalam menerapkannya.

Salah satunya adalah rendahnya pemahaman mendalam tentang Pancasila akibat kurangnya pendidikan karakter yang efektif di sekolah atau lingkungan.

Selain itu, polarisasi di media sosial sering kali memperlebar jurang antar kelompok, yang dapat melemahkan semangat persatuan.

Namun, dengan pendekatan yang relevan, seperti mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam konten digital atau program pendidikan berbasis teknologi, generasi muda dapat lebih mudah memahami dan mengamalkan Pancasila.

Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda akan tanggung jawab mereka dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Melalui kreativitas, teknologi, dan semangat kolaborasi, generasi muda dapat menjadikan Pancasila sebagai inspirasi untuk membangun Indonesia yang lebih adil, harmonis, dan maju menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pancasila bukan sekadar ideologi negara, tetapi juga panduan hidup yang relevan bagi generasi muda di era modern.

Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang memperkuat persatuan, menjunjung keadilan, dan memajukan bangsa di tengah tantangan global.

Mari jadikan Hari Lahir Pancasila 2025 sebagai titik tolak untuk memperbarui komitmen ini, baik di dunia nyata maupun digital.

Saya mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam setiap langkah mereka, baik di dunia nyata maupun digital.

Sebagai anggota DPR, saya siap mendampingi generasi muda dengan kebijakan yang mendukung kreativitas, keadilan, dan persatuan, demi masa depan bangsa yang lebih cerah.

Bersama, kita wujudkan Indonesia yang bersatu, adil, dan sejahtera menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pemkab Barsel Salurkan Bansos Bagi Warga Terdampak Banjir Barito Di Dua Kecamatan

BUNTOK – Sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir yang melanda...

Polda Kalsel Bongkar Jalur Peredaran 128,7 Kg Sabu Diduga Terkait Jaringan Internasional

Pengungkapan 128,7 kilogram sabu oleh Polda Kalimantan Selatan mengungkap pola distribusi narkotika lintas provinsi yang bergerak dari Pulau Jawa menuju Kalimantan melalui jalur laut dan diduga terhubung dengan jaringan internasional.

Bupati Seruyan Perkuat Disiplin ASN, Seluruh Pejabat Eselon III Jalani Tes Narkoba

Pemerintah Kabupaten Seruyan memperkuat reformasi birokrasi melalui pembinaan disiplin aparatur dan pelaksanaan tes narkoba bagi pejabat administrator sebagai langkah membangun pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan bebas penyalahgunaan narkotika.

Pemprov Kalteng Dorong Pemerataan Kompetensi Tenaga Kesehatan Melalui Pelatihan BTCLS

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Inisiatif ini penting untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah"

Bupati Ahmad Rifa’i Buka Pasar Ramadan dan Gerakan Pangan Murah di Pulang Pisau

Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i resmi membuka Pasar Ramadan 1447 H/2026 M dan Gerakan Pangan Murah Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau di halaman Masjid Agung Ar Raudhah, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi daerah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal selama bulan suci.

Wali Kota Palangka Raya Lantik William sebagai Damang Adat Pahandut 2025–2031

“Pelantikan ini adalah kelanjutan dari proses panjang kedamangan yang dimulai sejak November tahun lalu. Ini bukan hanya tentang jabatan, tapi tentang tanggung jawab budaya dan sosial”

KemenP2MI–MCA Perkuat Kerja Sama, Targetkan PMI Profesional

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menerima kunjungan delegasi Malaysian Chinese Association di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini menandai penguatan kerja sama bilateral dalam penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Fairid Naparin Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2025 di Palangka Raya

Palangka Raya | EnterKal — Pemerintah Kota (Pemko) Palangka...

FAIRID-ZAINI Paparkan Capaian 100 Hari Kerja, Tegaskan Komitmen Kepemimpinan Responsif dan Terukur

“Program 100 Hari Kerja bukan sekadar simbol politik, tetapi merupakan ukuran awal keseriusan kami dalam memimpin kota ini dengan hati, integritas, dan hasil yang nyata”

Palangka Raya Kejar Predikat Kota Sehat, Fokus Penuhi Sembilan Tatanan

Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya meraih predikat Kota Sehat dengan memenuhi sembilan tatanan penilaian nasional. Upaya tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah, peningkatan fasilitas publik, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

Popular Articles