Rabu, Februari 25, 2026
spot_img
spot_img

Top EnterKal

Related Posts

Bupati Tanah Bumbu Resmikan Aksi Bejual Wadai, Dorong UMKM dan Pelestarian Kuliner Ramadan

TANAH BUMBU | EnterKal — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu resmi membuka kegiatan Aksi Bejual Wadai di depan Masjid Agung Al-Falah, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Senin (23/2/2026). Agenda rutin Ramadan ini diposisikan sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus pelestarian kuliner tradisional daerah.

Peresmian dipimpin langsung Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala SKPD, serta anggota DPRD Tanah Bumbu. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut menjadi sinyal dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Puluhan pelaku UMKM ambil bagian dalam kegiatan ini dengan menghadirkan ragam kuliner khas Ramadan. Kue tradisional seperti bingka, lupis, dan apam surabi menjadi daya tarik utama, melengkapi aneka kue basah dan kue kering yang dijajakan menjelang waktu berbuka puasa.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Area stan dipadati warga yang berburu takjil, menciptakan perputaran ekonomi di sekitar kawasan masjid.

Usai meresmikan kegiatan, Bupati meninjau langsung stan pedagang dan berdialog dengan pelaku UMKM. Ia juga membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap usaha lokal.

“Pasar wadai ini merupakan representasi kekayaan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Aksi Bejual Wadai menghadirkan aneka makanan khas Ramadan yang menjadi identitas daerah dan warisan budaya turun-temurun,” ujar Andi Rudi Latif.

Selain aspek ekonomi, Bupati menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah selama Ramadan. Ia mengajak insan pers untuk berperan aktif melalui pemberitaan yang edukatif dan berimbang.

“Saya mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama menjaga daerah dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menilai Aksi Bejual Wadai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang konkret pemberdayaan UMKM dan penguatan identitas budaya lokal. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap geliat ekonomi masyarakat selama Ramadan terus tumbuh seiring terjaganya nilai-nilai tradisi di tengah dinamika pembangunan daerah.

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles