Palangka Raya | EnterKal – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut kedatangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Kota Palangka Raya, Kamis (27/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Fairid menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas calon pekerja migran.
Fairid mengatakan, kunjungan Menteri P2MI membawa dampak positif bagi daerah, terutama dalam membuka peluang dan akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Kedatangan Menteri P2MI Pak Mukhtarudin ini tentu sangat positif dalam rangka meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa berbagai program yang dijalankan Kementerian P2MI akan diintegrasikan dengan kebijakan daerah sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi calon pekerja migran di Palangka Raya.
“Program-program kementerian P2MI tentu akan kami dukung dan integrasikan. Ini juga menjadi peluang besar dalam membuka lapangan pekerjaan,” terangnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya, lanjut Fairid, berkomitmen memberikan dukungan maksimal bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri secara prosedural dan aman.
“Kami akan dukung penuh. Apa yang bisa kami bantu, akan kami bantu untuk masyarakat kita, khususnya yang ingin menjadi pekerja migran,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fairid juga menyoroti persoalan bahasa yang selama ini menjadi kendala utama bagi calon pekerja migran. Ia menyebut pentingnya dukungan pembelajaran bahasa, baik dalam bentuk pelatihan jangka pendek maupun integrasi ke dalam kurikulum pendidikan daerah.
“Selama ini yang menjadi masalah adalah bahasa. Nanti akan kami bahas lebih jauh apakah bantuan bahasa ini bersifat jangka pendek atau masuk dalam kurikulum,” jelasnya.
Fairid menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya tengah mengkaji penguatan pembelajaran bahasa di semua jenjang pendidikan agar siswa memiliki kemampuan dasar yang memadai.
“Saat ini Dinas Pendidikan sedang kami kaji, bagaimana nantinya siswa SD, SMP, hingga SMA bisa lebih dioptimalkan agar minimal mampu berbahasa Inggris,” tutupnya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemko Palangka Raya berharap kualitas calon pekerja migran semakin meningkat dan masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap peluang kerja di luar negeri. (R-Adv)





