Senin, Februari 9, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Presiden Tekankan Percepatan Pembangunan IKN

Malang | EnterKal — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN (OIKN) dalam kunjungan kerja ke IKN, Selasa (13/1/2026). Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan, khususnya fasilitas negara yang akan digunakan oleh lembaga legislatif dan yudikatif.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas tersebut dapat dipercepat dan diselesaikan sesuai target.

“Bapak Presiden sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang diharapkan bisa selesai pada tahun 2028,” ujar Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Malang.

Dalam rapat bersama OIKN, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Prasetyo, catatan tersebut pada prinsipnya menekankan dua hal utama, yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.

“Masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden berikan koreksi, misalnya terkait desain dan fungsi. OIKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum diminta terus melakukan perbaikan,” katanya.

Prasetyo menambahkan, percepatan pembangunan diarahkan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud sesuai rencana.

“Catatannya adalah perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi pemerintahan bisa segera selesai,” ujarnya.

Usai kunjungan ke IKN, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Prasetyo, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari sekolah rakyat bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.

“Sekolah rakyat untuk desil 1 dan desil 2 kita bangun, sekolah unggulan juga kita kembangkan. Ini bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandas Prasetyo. (BPMI Setpres-Red)

spot_img

Popular Articles