Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img
spot_img

Top EnterKal

Related Posts

Survei Litbang Kompas: Kepuasan Publik atas Program Pendidikan Huma Betang Capai 97,8 Persen

Palangka Raya | EnterKal – Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo mencatat respons publik yang sangat tinggi. Hasil Survei Teropong Daerah yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8 persen.

Survei yang dilansir Kompas.com, Jumat (9/1/2026), dilaksanakan secara tatap muka pada 6–10 Oktober 2025 dengan melibatkan 200 responden yang dipilih secara purposif, terdiri atas pelajar dan tenaga pendidik jenjang pendidikan menengah se-Kalimantan Tengah. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 6,89 persen.

Selain menilai efektivitas program, survei juga mencatat persepsi positif terhadap kinerja Gubernur Agustiar Sabran sebesar 97,6 persen.

Empat Pilar Transformasi Pendidikan

Program Pendidikan Huma Betang menjadi instrumen utama reformasi pendidikan daerah, dengan empat pilar kebijakan: digitalisasi pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, Kelas Digital Huma Betang, serta program beasiswa pendidikan.

Digitalisasi diwujudkan melalui distribusi televisi interaktif dan penyediaan internet gratis di sekolah. Sementara itu, pembenahan sarana difokuskan pada renovasi serta pembaruan fasilitas pendidikan. Kelas Digital Huma Betang dikembangkan sebagai platform pembelajaran daring untuk memperluas akses belajar jarak jauh. Program beasiswa mencakup sekolah gratis serta bantuan seragam bagi siswa yang membutuhkan.

Dari keempat program tersebut, digitalisasi pendidikan memperoleh apresiasi tertinggi dengan tingkat kepuasan 95 persen. Responden menilai kebijakan ini meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas akses informasi, dan membuat proses belajar lebih efisien.

Mayoritas responden juga merasakan perbaikan kondisi sekolah, dengan tingkat persetujuan 79,9 persen. Indikator utama perubahan meliputi peningkatan fasilitas umum, ketersediaan internet, dan akses listrik.

Tantangan Infrastruktur dan Kompetensi

Meski capaian dinilai sangat positif, survei turut mengidentifikasi sejumlah tantangan struktural. Kesiapan tenaga pendidik dan peserta didik dalam mengoptimalkan teknologi pembelajaran masih perlu diperkuat. Selain itu, keterbatasan pasokan listrik dan belum meratanya jaringan internet di beberapa wilayah menjadi hambatan implementasi, khususnya untuk Kelas Digital Huma Betang.

Responden menilai peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan serta pendampingan siswa menjadi kebutuhan mendesak agar transformasi digital berjalan optimal dan bertanggung jawab.

Kendati demikian, tingkat optimisme masyarakat terhadap keberlanjutan program tercatat sebesar 96,1 persen, sementara dukungan publik terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Huma Betang mencapai 98 persen.

Modal Politik dan Kebijakan

Program Pendidikan Huma Betang resmi diluncurkan pada 10 September 2025 setelah dirancang sejak 2024 dan direncanakan diperluas pada 2026. Tingginya tingkat kepuasan dan dukungan publik dinilai menjadi modal penting bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam melanjutkan agenda transformasi pendidikan.

Secara substantif, temuan Litbang Kompas menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan daerah tidak hanya diterima secara administratif, tetapi juga dirasakan langsung dampaknya oleh pelajar dan tenaga pendidik. Capaian ini sekaligus menjadi salah satu indikator utama evaluasi kinerja kepala daerah dalam sektor pembangunan sumber daya manusia. (Red)

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles