Senin, Februari 23, 2026
spot_img
spot_img

Top EnterKal

Related Posts

Gubernur Kaltim Targetkan Zakat Tembus Rp100 Miliar, Soroti Kontribusi Korporasi

SAMARINDA | EnterKal — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menargetkan penghimpunan zakat di Bumi Etam dapat menembus Rp100 miliar dalam waktu dekat. Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh potensi zakat, terutama dari sektor korporasi, dapat dioptimalkan melalui lembaga resmi.

Hal itu disampaikan Rudy saat membuka agenda Kaltim Berzakat yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).

“Kontribusi zakat dari perusahaan besar di Kalimantan Timur masih rendah, padahal potensinya sangat besar untuk membantu pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Potensi Besar, Realisasi Masih Terbatas

Rudy menyoroti perusahaan-perusahaan besar di sektor pertambangan, perkebunan, dan perbankan yang beroperasi di Kaltim. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki kapasitas finansial yang kuat dan dapat menjadi tulang punggung optimalisasi zakat daerah.

Berdasarkan laporan audit per 31 Desember 2025, penghimpunan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kaltim tercatat sebesar Rp20,6 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp6–8 miliar.

“Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat. Tapi kita tidak boleh berhenti sampai di sini,” tegasnya.

Rudy memperkirakan, potensi zakat di Kalimantan Timur bisa mencapai Rp6 triliun jika seluruh sektor berkontribusi optimal. Bahkan, dalam jangka panjang, ia optimistis pengelolaan zakat dapat menembus Rp1 triliun guna mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dorong Zakat Produktif

Gubernur menegaskan, zakat tidak boleh hanya disalurkan secara konsumtif, tetapi harus diarahkan pada program-program produktif seperti bantuan modal usaha, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta penciptaan lapangan kerja.

Ia juga meminta instansi besar di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim serta BUMD menjadi motor penggerak optimalisasi zakat.

Pemerintah Provinsi, lanjut Rudy, siap menjadi mitra strategis bagi perusahaan yang taat berzakat, termasuk dalam menyuarakan kepentingan mereka ke pemerintah pusat.

“Kita ingin zakat menjadi instrumen nyata dalam mengurangi kemiskinan dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” tandasnya.

Kegiatan Kaltim Berzakat ditutup dengan penyerahan zakat secara simbolis oleh Gubernur bersama pejabat terkait sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola zakat di Kalimantan Timur.

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles