Jakarta | EnterKal – Badan Riset dan Inovasi Nasional memperkenalkan fasilitas Laboratorium Teknologi Bioproses kepada siswa SMP Negeri 23 Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRIN mengenalkan infrastruktur riset, kekayaan sumber daya hayati, serta penerapan bioteknologi kepada generasi muda sejak dini.
Kenalkan Dunia Laboratorium
Perekayasa Ahli Pertama Laboratorium Teknologi Bioproses BRIN, Dihan Laziba, menjelaskan bahwa laboratorium tersebut memiliki berbagai fasilitas yang mendukung riset dan layanan pengujian.
Fasilitas tersebut meliputi:
- Analisis kimia
- Mikrobiologi
- Biologi molekuler
- Pilot plant fermentasi
- Greenhouse pertanian
Menurut Dihan, fasilitas itu dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penelitian maupun layanan bagi masyarakat dan mitra industri.
“Pengenalan fasilitas riset kepada pelajar penting untuk memberikan pemahaman mengenai dunia laboratorium dan penerapan ilmu biologi,” ujarnya.
Simpan Ribuan Koleksi Mikroba
Dalam kunjungan tersebut, BRIN juga memperkenalkan kekayaan sumber daya hayati yang dimiliki kawasan riset.
Salah satunya adalah koleksi tanaman anggrek dan sekitar 27 ribu koleksi bakteri serta mikroba yang disimpan pada suhu minus 80 derajat Celsius.
Koleksi tersebut digunakan untuk kepentingan penelitian, konservasi, hingga pengembangan inovasi bioteknologi.
Pengalaman Belajar Langsung
Guru pendamping SMP Negeri 23 Jakarta, Didin Salahuddin, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa di lingkungan riset.
“Kami berharap para siswa memperoleh pengalaman yang baik serta termotivasi untuk belajar dan mengembangkan teknologi di masa depan,” ujarnya.
Tingkatkan Minat Sains Pelajar
Salah satu siswa, Muhammad Azam Ramadan, mengaku terkesan dengan fasilitas greenhouse dan koleksi tanaman di BRIN.
“Saya menjadi paham perkembangan bakteri dan cara merawat tumbuhan di laboratorium. Saya juga senang karena memperoleh ilmu dan wawasan baru,” katanya.
Dorong Literasi Riset Sejak Dini
Kegiatan pengenalan laboratorium ini menjadi bagian dari upaya BRIN meningkatkan literasi sains dan teknologi di kalangan pelajar.
Melalui pengalaman langsung di lingkungan penelitian, siswa diharapkan lebih mengenal dunia riset sekaligus termotivasi untuk mengembangkan inovasi di bidang bioteknologi dan sains pada masa mendatang. (Red)





