Depok | EnterKal – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menghadiri pelepasan pemberangkatan sekaligus pembukaan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Sawangan, Depok, Senin (27/4/2026).
Sebanyak 210 Pekerja Migran Indonesia (PMI) resmi diberangkatkan, terdiri dari 150 pekerja sektor manufaktur dan 60 pekerja sektor perikanan. Selain itu, 43 calon pekerja migran memulai masa orientasi sebagai tahap awal sebelum penempatan.
Turut hadir Direktur Jenderal Penempatan KP2MI Ahnas, Kepala BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata Dr. Nana Halim, serta Direktur Penempatan Pemerintah Dra. Dyah Rejekiningrum.
Pemerintah Tegaskan Perlindungan Menyeluruh
Dalam arahannya, Mukhtarudin menegaskan komitmen pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pelindungan PMI secara menyeluruh, mulai dari pra-penempatan hingga kepulangan.
“Negara selalu hadir untuk memberikan pelayanan pelindungan bagi kalian. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kerja keras dan ketekunan saudara-saudara sekalian,” ujarnya.
Soroti Tingginya Kasus Pengunduran Diri
Menteri P2MI memaparkan, penempatan PMI ke Korea Selatan mencapai 6.860 orang pada 2025. Namun, terdapat 3.663 pekerja program G to G yang mengundurkan diri dari pemberi kerja dalam periode 2021 hingga awal Maret 2026.
Karena itu, peserta diingatkan menjaga komitmen dan profesionalisme selama bekerja.
“Jangan mengundurkan diri atau kabur dari tanggung jawab. Jalur resmi adalah satu-satunya jaminan pelindungan dari negara,” tegasnya.
OPP Jadi Fondasi Kesiapan Kerja
Mukhtarudin menekankan bahwa Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) merupakan tahapan krusial dalam membekali keterampilan, kesiapan mental, serta pemahaman kondisi kerja di negara tujuan.
Peserta yang diberangkatkan merupakan lulusan seleksi periode 2023–2025 dengan total antrean (roster) mencapai sekitar 8.000 orang.
Dari sisi pendidikan, mayoritas peserta merupakan lulusan SMA/SMK sebanyak 173 orang, disusul 33 lulusan SMP, serta masing-masing 2 orang lulusan D3 dan S1.
Dorong Peningkatan Kompetensi dan Pendidikan
Dalam upaya peningkatan kualitas SDM, Kementerian P2MI menjalin kerja sama dengan Universitas Terbuka untuk membuka akses pendidikan sarjana bagi PMI.
Selain itu, tersedia program Kejar Paket C bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bagi pekerja yang ingin menyelesaikan pendidikan menengah.
Mukhtarudin berharap para PMI mampu menciptakan brain gain effect, yakni membawa pulang keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.
Pesan Disiplin dan Pengelolaan Keuangan
Di akhir sambutannya, Menteri menyampaikan sejumlah pesan kepada PMI, mulai dari kepatuhan terhadap aturan negara tujuan, menjaga etos kerja, hingga kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak serta kewaspadaan terhadap risiko penipuan digital.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperkaya kompetensi, agar saat kembali nanti, saudara mampu membawa keterampilan baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan negeri,” pungkasnya. (Fj-Red)




