Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui pendekatan berbasis masyarakat. Salah satunya dilakukan lewat kegiatan Gerakan Berkunjung Silaturahmi Satu Jam Cegah dan Atasi Stunting (Gerebek Si Tajam) di Posyandu Teratai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Jumat (8/5/2026).
Program tersebut melibatkan kolaborasi antara Kecamatan Bukit Batu, TP PKK Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tumbang Tahai, serta Bank Sampah Bahalap Barasih dalam mendukung program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bukit Batu, Yuliati Ningsih, mengatakan Gerebek Si Tajam menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui edukasi, silaturahmi, hingga pemberdayaan lingkungan dan ekonomi keluarga.
“Program Gerebek Si Tajam merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi, silaturahmi, serta pemberdayaan lingkungan dan ekonomi keluarga melalui pengelolaan sampah,” ujarnya.
Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Balita
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan kunjungan kepada keluarga balita yang masuk kategori berisiko stunting. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi terkait pencegahan dan penanganan stunting.
Kegiatan lainnya meliputi penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, hingga penyerahan bantuan kepada keluarga sasaran di Posyandu Teratai.
Menurut Yuliati, pendekatan langsung kepada keluarga dinilai penting agar masyarakat lebih memahami pola pengasuhan, pemenuhan gizi anak, dan pentingnya pemantauan kesehatan balita secara rutin.
Bank Sampah Dilibatkan dalam Program
Kegiatan Gerebek Si Tajam juga dirangkai dengan aktivitas pengelolaan sampah rumah tangga melalui Bank Sampah Bahalap Barasih.
Warga diajak melakukan pengumpulan, penimbangan, dan pemilahan sampah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis.
“Masyarakat juga diberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat,” ucapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pengelola Bank Sampah Bahalap Barasih turut menyerahkan hasil tabungan sampah kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Dorong Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan
Yuliati berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak, kebersihan lingkungan, serta pengelolaan sampah yang bernilai ekonomis guna mendukung kesejahteraan keluarga.
“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih,” pungkasnya. (Red)





