Palangka Raya | EnterKal – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi antrean kendaraan di SPBU mulai terkendali sekaligus memantau langsung distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terkait persoalan antrean panjang BBM yang sempat dikeluhkan warga dalam beberapa hari terakhir.
Dari hasil pemantauan di sejumlah titik SPBU, antrean kendaraan terlihat mulai berkurang dan aktivitas pengisian BBM berlangsung lebih tertib dibanding sebelumnya.
Pemerintah Kota bersama Pertamina juga memastikan stok BBM, baik Pertalite maupun Pertamax, dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Distribusi BBM Mulai Stabil
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan kebutuhan BBM di Kota Palangka Raya mencapai sekitar 205 kiloliter (KL) per hari sehingga distribusi harus dijaga agar tidak kembali mengalami gangguan pasokan.
“Alhamdulillah, beberapa titik sudah berjalan lebih lancar dan mulai normal. Memang pagi sampai siang tadi masih terlihat padat karena penambahan stok baru diproses setelah rapat koordinasi tadi malam,” ujar Fairid.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus melakukan koordinasi bersama Pertamina dan pihak terkait guna memastikan distribusi BBM tetap stabil.
Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan aktivitas warga tidak terganggu.
Pemkot Minta Pelayanan SPBU Dimaksimalkan
Selain memastikan pasokan tetap tersedia, Pemerintah Kota juga meminta pengelola SPBU memaksimalkan pelayanan agar antrean kendaraan terus berkurang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pengisian BBM sekaligus menjaga ketertiban di lapangan.
Fairid berharap kondisi distribusi BBM di Palangka Raya dapat segera kembali sepenuhnya normal sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.
“Kami berharap distribusi BBM ke depan semakin lancar, antrean kendaraan terus berkurang, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya. (Red)





