Jumat, Februari 13, 2026
spot_img
spot_img

Top EnterKal

Related Posts

Panen Raya Opla di Pulang Pisau, Pemprov Kalteng Perkuat Posisi sebagai Lumbung Pangan Nasional

Pulang Pisau | EnterKal – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menghadiri Panen Raya Demplot Padi PT Pupuk Indonesia di lokasi Optimalisasi Lahan (Opla) Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini menjadi indikator awal efektivitas program optimasi lahan sekaligus penguatan ketahanan pangan daerah.

Panen perdana tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan produktivitas sawah melalui optimalisasi lahan eksisting, didukung sinergi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta mitra swasta.

“Pembangunan sektor pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, menjadi salah satu fokus Bapak Gubernur Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa penguatan produksi pangan daerah merupakan bagian dari kontribusi Kalimantan Tengah terhadap agenda swasembada pangan nasional. Setiap kabupaten/kota diminta memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah Daerah serta menjaga keberlanjutan produksi.

“Karena itu, setiap kabupaten/kota diminta memiliki Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dengan terus meningkatkan produksi,” lanjutnya.

Wagub juga mengingatkan pentingnya menjaga lahan baku sawah dari alih fungsi yang berpotensi mengurangi kapasitas produksi pangan.

“Saat ini Provinsi Kalimantan Tengah telah mewujudkan Program Cetak Sawah Rakyat seluas 21 ribu hektar dan optimasi lahan seluas 6.882 hektar. Ini langkah besar dalam mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” terangnya.

Selain komoditas padi, Pemprov Kalteng juga mengembangkan jagung sebagai bahan baku pakan ternak, yang diperkuat melalui rencana hilirisasi pabrik pakan. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Edy menegaskan bahwa keberhasilan program lumbung pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat.

“Lulusan vokasi tersebut nantinya diharapkan menjadi motor penggerak di lapangan, mempercepat adopsi teknologi, sekaligus menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan,” pungkasnya, merujuk pada program pendidikan vokasi gratis yang disiapkan untuk mencetak SDM pertanian modern.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, menyebut panen raya ini sebagai bukti konkret bahwa program cetak sawah dan optimasi lahan berjalan efektif.

“Kami di Dinas TPHP terus memastikan pendampingan, ketersediaan sarana produksi, hingga penguatan petani agar produktivitas semakin meningkat. Termasuk mendukung tersedianya fasilitasi sarana pacapanen yang lebih efektif dan efisien serta meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah kering panen bagi kelompok tani atau gapoktan,” jelas Rendy.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Pulang Pisau, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, serta sejumlah Kepala OPD terkait.

Dengan ekspansi lahan baru dan optimalisasi lahan eksisting, Kalimantan Tengah berupaya memperkuat struktur produksi pangan jangka panjang, sekaligus menjawab tantangan fluktuasi pasokan dan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. (Red)

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles