Jakarta | EnterKal – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan bahwa Kementerian HAM berpeluang memecahkan rekor dunia pendidikan hak asasi manusia (HAM) dengan jumlah peserta terbanyak, melampaui capaian yang saat ini masih dipegang oleh Uruguay.
Pernyataan tersebut disampaikan Pigai saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI terkait Rencana Kerja dan Anggaran serta Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027, Rabu (10/6/2026).
Menurut Pigai, informasi mengenai peluang tersebut baru diterimanya dari Guinness World Records yang menilai program pendidikan HAM yang dijalankan Kementerian HAM berpotensi mencatatkan rekor baru di tingkat global.
“Bahwa saya baru dapat informasi dari badan rekor dunia, Guinness Book of the Record, kami masuk, Kementerian HAM dan Republik Indonesia akan masuk salah satu nominator sebagai salah satu kementerian yang melakukan pendidikan HAM tertinggi dalam jumlah yang besar di dunia,” ujarnya.
Lampaui Rekor Uruguay
Pigai menjelaskan, rekor dunia pendidikan HAM saat ini masih dipegang Uruguay sejak 2018 melalui program pelatihan HAM yang melibatkan sekitar 3.000 personel kepolisian.
Namun, menurutnya, jumlah peserta pendidikan HAM yang telah dilaksanakan Kementerian HAM di Indonesia sudah melampaui angka tersebut.
“Yang pemegang rekor dunia sekarang itu Uruguay 2018, yaitu 3.000 orang kepolisian Uruguay melakukan pendidikan HAM, dan sekarang kami sudah, Sumatera Utara saja sekali didik sudah 6.000,” katanya.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya antusiasme dan partisipasi masyarakat maupun aparatur dalam mengikuti program pendidikan HAM yang digagas pemerintah.
Berpotensi Raih Pengakuan Dunia
Pigai optimistis Indonesia memiliki peluang besar memperoleh pengakuan internasional atas upaya memperluas pemahaman dan kesadaran HAM melalui program pendidikan yang menjangkau peserta dalam jumlah besar.
Meski demikian, ia mengakui proses penilaian masih berlangsung dan kemungkinan terdapat negara lain yang juga memiliki capaian serupa.
“Karena itu, kemungkinan Indonesia akan dapat penghargaan dunia sebagai kementerian yang melakukan pendidikan hak asasi manusia dalam jumlah yang besar. Ini sekadar informasi, insya Allah,” ujarnya.
Dorong Peran Indonesia di Forum HAM Global
Dalam kesempatan tersebut, Pigai juga menyinggung optimisme yang pernah disampaikannya terkait peran Indonesia di tingkat internasional, termasuk dalam forum HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia berharap capaian pendidikan HAM yang dilakukan pemerintah dapat semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif mempromosikan penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia.
“Dulu kan saya bilang Kementerian HAM akan menghadirkan Presiden Dewan HAM PBB, sembilan hari kemudian jadi kan? Nah, ini juga mudah-mudahan jadi, bisa juga ada negara lain yang unggul. Insyaallah bisa,” pungkasnya. (Red)





