Pulang Pisau | EnterKal – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i menghadiri audiensi pembahasan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Senin (13/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi karhutla pada musim kemarau.
Audiensi turut dihadiri Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan beserta jajaran sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kapolda menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama. Ia mengapresiasi kolaborasi yang telah dibangun oleh TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, satuan tugas (satgas), hingga masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya karhutla.
“Upaya pencegahan ini saya lihat sudah masif dilakukan oleh rekan-rekan, baik dari Polri, TNI, maupun satgas. Semua bekerja sama dalam menghadapi karhutla,” ujar Iwan Kurniawan.
Ia juga memastikan Polda Kalimantan Tengah siap memberikan dukungan penuh, baik melalui personel maupun sarana dan prasarana, guna mendukung upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Kabupaten Pulang Pisau.
“Kami siap untuk mendukung, baik personel maupun sarana prasarana Polri. Bersama TNI, satgas karhutla, dan masyarakat, kita harus bersinergi karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Bupati Ajak Warga Tingkatkan Kepedulian
Pada kesempatan yang sama, Bupati Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan satuan tugas yang selama ini aktif melakukan upaya pencegahan maupun penanganan karhutla di lapangan.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai langkah nyata mencegah terjadinya kebakaran.
“Bersama-sama kita jaga wilayah Kabupaten Pulang Pisau dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan adalah langkah terbaik agar kita terhindar dari dampak yang lebih besar,” ajak Ahmad Rifa’i.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya bergantung pada pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Tinjau Lokasi Terdampak
Usai audiensi, Kapolda Kalimantan Tengah bersama Bupati Pulang Pisau meninjau langsung lokasi terdampak kebakaran untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal.
Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla sehingga risiko kebakaran beserta dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sosial ekonomi dapat diminimalkan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tandean Indra Bela, Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Nanang Dwi Priharyadi, Perwira Penghubung Kodim 1011/Kuala Kapuas Mayor Arh. Yulius, Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo, perangkat desa, serta jajaran satgas penanganan karhutla.
Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Tengah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi saat musim kemarau. Penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran yang dapat berdampak pada kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat. (Red)





