Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) terus memperkuat dukungan terhadap sektor usaha mikro dengan menyalurkan subsidi bunga Kredit UMKM KEREN. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan kepada 10 pelaku usaha oleh Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin usai Upacara Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya di halaman Kantor Wali Kota, Jumat (17/7/2026).
Program Kredit UMKM KEREN merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Palangka Raya dengan Bank Kalteng yang memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada pelaku usaha tanpa beban bunga pinjaman.
Melalui skema tersebut, bunga kredit sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota Palangka Raya sehingga penerima hanya berkewajiban mengembalikan pokok pinjaman sesuai ketentuan yang berlaku.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya terus menghadirkan berbagai program yang memudahkan pelaku usaha untuk berkembang, salah satunya melalui subsidi bunga Kredit UMKM KEREN,” ujar Fairid.
Targetkan 250 Pelaku UMKM
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya menargetkan 250 pelaku UMKM dapat memanfaatkan program tersebut.
Adapun persyaratan penerima antara lain memiliki KTP dan Kartu Keluarga Kota Palangka Raya, Nomor Induk Berusaha (NIB), memiliki usaha yang aktif, rekening Bank Kalteng, serta memenuhi ketentuan kelayakan kredit berdasarkan hasil Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau riwayat kredit yang baik.
Program ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha mikro yang selama ini masih menghadapi kendala dalam memperoleh modal usaha.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Fairid berharap seluruh penerima memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut secara produktif untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka peluang kerja baru.
Menurutnya, kemudahan akses modal tanpa bunga merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika perekonomian.
“Semoga program ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat perekonomian keluarga dan daerah. Ke depan, kami akan terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Kota Palangka Raya,” pungkasnya.
Akses terhadap pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM. Program subsidi bunga Kredit UMKM KEREN diharapkan dapat mengurangi beban biaya modal, meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat daya saing pelaku UMKM, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor usaha mikro. (Red)





