Jakarta | EnterKal – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia membuka peluang kolaborasi strategis dengan Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Tengah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan bagi purna Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di Kalimantan Tengah.
Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi antara Menteri P2MI Mukhtarudin dan jajaran HIPMI Kalteng di Kantor KP2MI, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan itu menitikberatkan pada upaya menyelaraskan program pemerintah dengan jejaring pengusaha muda agar para pekerja migran yang kembali ke tanah air dapat mengelola modal dan keterampilan secara produktif melalui sektor kewirausahaan.
Mukhtarudin menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, KemenP2MI kini menjalankan fungsi sebagai regulator sekaligus operator dalam tata kelola pekerja migran Indonesia.
“Target kami adalah menyiapkan 500.000 tenaga kerja berkualitas hingga tahun 2029 pada sektor strategis seperti perawat, welder, hingga hospitality. Namun, yang tak kalah penting adalah apa yang mereka lakukan sekembalinya ke tanah air,” ujar Mukhtarudin.
Fokus pada Pemberdayaan Purna Migran
Berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 394.524 layanan penempatan pekerja migran telah dilakukan.
Menurut Mukhtarudin, angka tersebut merupakan potensi ekonomi besar yang perlu dikelola melalui program pemberdayaan dan kewirausahaan.
Dalam pertemuan itu, KemenP2MI menawarkan empat poin kolaborasi utama kepada HIPMI Kalteng, yakni mentoring bisnis, inkubasi usaha lokal, akses permodalan, serta edukasi migrasi aman dan literasi keuangan.
Program inkubasi diarahkan untuk mendorong purna PMI mengembangkan usaha pada sektor unggulan daerah seperti hilirisasi perkebunan dan perikanan darat.
Selain itu, sinergi juga diharapkan dapat membuka akses investasi dan pembiayaan melalui jaringan HIPMI.
“Hingga pembukaan akses permodalan agar mereka mampu bertransformasi menjadi wirausaha sukses di tanah air,” kata Mukhtarudin.
HIPMI Kalteng Siap Jadi Mitra Strategis
Ketua Umum BPD HIPMI Kalteng Bintang Agustiar Sabran menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung program pemberdayaan purna pekerja migran.
Menurutnya, jaringan HIPMI yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah menjadi modal penting dalam membangun ekosistem usaha baru bagi para purna PMI.
“Kami optimis purna pekerja migran dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerah, terutama dalam mengelola modal mereka ke sektor UMKM dan hilirisasi,” ujar Bintang.
Ia menegaskan HIPMI Kalteng ingin memastikan para purna pekerja migran tidak kembali bekerja ke luar negeri, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja baru di daerah asalnya.
Dorong Desa Migran Emas
Kerja sama dengan HIPMI Kalteng juga disebut menjadi bagian dari penguatan program Desa Migran Emas yang tengah dikembangkan KemenP2MI.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap remitansi pekerja migran tidak hanya menjadi konsumsi jangka pendek, tetapi dapat diubah menjadi investasi produktif yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dwiyono, Bendahara Umum HIPMI Kalteng Chris Philip Alessandro, Wakil Ketua Umum Ali Mulhakim, serta jajaran pengurus HIPMI lainnya. (Red)





