Palangka Raya | EnterKal – Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menekankan pentingnya inovasi di kalangan mahasiswa sebagai fondasi penguatan ekonomi kreatif daerah. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Akademik Universitas Terbuka Palangka Raya Tahun 2026 di GPU Tambun Bungai, Jumat (13/2/2026).
Dalam forum akademik tersebut, Aisyah menegaskan komitmen mendorong generasi muda agar tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga memiliki kesiapan menciptakan peluang usaha berbasis kreativitas.
“Dalam kuliah akademik ini saya mendorong inovasi bagi mahasiswa Universitas Terbuka. Kita terus mendukung ekonomi kreatif, agar mahasiswa nantinya, setelah lulus dari Universitas Terbuka Palangka Raya, mampu membuka peluang usaha dengan menghadirkan ide-ide inovatif dan kreatif,” ujarnya.
Ekonomi Kreatif Berbasis Identitas Daerah
Aisyah menilai pengembangan usaha mahasiswa harus bertumpu pada budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah. Identitas daerah, menurutnya, merupakan kekuatan strategis yang dapat menjadi diferensiasi produk di tengah persaingan pasar.
“Budaya lokal dan kearifan lokal Kalimantan Tengah harus menjadi kekuatan kita. Itu adalah salah satu upaya dalam mendorong terus bertumbuhnya ekonomi lokal,” tambahnya.
Pendekatan ini dinilai sejalan dengan upaya Dekranasda dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, termasuk mendorong kolaborasi lintas sektor serta dukungan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha muda.
Pendidikan sebagai Investasi Strategis
Selain inovasi, Aisyah juga menyoroti pentingnya memperkuat eksistensi perguruan tinggi di Kalimantan Tengah sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul. Ia mengajak masyarakat membangun pola pikir positif terhadap pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang pembangunan daerah.
“Kita harus terus mendorong keberadaan universitas di Kalimantan Tengah, karena dari sinilah akan lahir generasi-generasi unggul. Di mana pun kita menempuh pendidikan, semua kembali pada individu yang menjalaninya. Tidak semata-mata soal lokasi, tetapi bagaimana setiap pribadi memaksimalkan kesempatan yang ada,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak ditentukan semata oleh institusi, tetapi oleh komitmen pribadi dalam memanfaatkan kesempatan belajar dan mengembangkan potensi diri.
Seminar akademik ini dihadiri Direktur Universitas Terbuka Palangka Raya Hariyadi beserta civitas akademika dan mahasiswa. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencetak generasi inovatif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadi penggerak ekonomi berbasis potensi lokal. (Red)








