spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Palangka Raya Perkuat Ketahanan Daerah Lewat Kajian Risiko Bencana 2026

Penyusunan Kajian Risiko Bencana dan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat perencanaan pembangunan berbasis mitigasi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman bencana.

Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Kick-Off Meeting Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Pengukuran Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Hotel Luwansa Palangka Raya, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Palangka Raya Tangguh Bencana Melalui Perencanaan Pembangunan Berbasis Risiko dan Penguatan Ketahanan Daerah” tersebut dihadiri unsur perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, relawan kebencanaan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengatakan penyusunan KRB dan pengukuran IKD merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah.

Menurutnya, Kota Palangka Raya memiliki karakteristik wilayah yang luas dengan berbagai potensi ancaman bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), banjir, cuaca ekstrem, angin puting beliung, hingga berbagai ancaman lainnya yang dapat berdampak terhadap keselamatan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah berkewajiban menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh,” ujarnya.

Dasar Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana

Budi menjelaskan, salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah tersedianya dokumen Kajian Risiko Bencana yang akurat dan mutakhir.

Dokumen tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penyelenggaraan penanggulangan bencana, serta berbagai program pengurangan risiko bencana di Kota Palangka Raya.

“Penyusunan KRB ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperbarui data ancaman bencana di wilayah Kota Palangka Raya, menganalisis tingkat kerentanan masyarakat, lingkungan, dan infrastruktur, serta mengukur kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana,” jelasnya.

Melalui kajian tersebut, pemerintah dapat menentukan tingkat risiko bencana secara lebih terukur sehingga kebijakan pembangunan yang disusun memiliki perspektif mitigasi dan ketahanan bencana yang lebih kuat.

Dukung Dokumen Perencanaan Daerah

Hasil penyusunan KRB dan pengukuran IKD juga akan menjadi referensi penting dalam penyusunan berbagai dokumen strategis daerah, termasuk Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana, serta dokumen perencanaan pembangunan lainnya.

Menurut Budi, integrasi aspek kebencanaan ke dalam perencanaan pembangunan menjadi kebutuhan penting mengingat risiko bencana dapat memengaruhi keberlanjutan pembangunan daerah apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Karena itu, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar data dan informasi yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.

Wujudkan Palangka Raya Tangguh Bencana

Melalui penyusunan Kajian Risiko Bencana dan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah Tahun 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap mampu memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat, lingkungan hidup, dan infrastruktur sekaligus mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap risiko bencana.

“Melalui penyusunan KRB dan pengukuran IKD ini, kami berharap dapat mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus meningkatkan perlindungan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Budi. (Red)

Palangka Raya Diakui Nasional atas Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan

“Alhamdulillah, Palangka Raya masuk 10 besar terbaik nasional dalam kategori The Encourager. Ini adalah buah dari kerja kolaboratif lintas sektor yang konsisten menerapkan prinsip SDGs dalam setiap kebijakan pembangunan”

Fairid Lepas Kontingen Palangka Raya ke FBIM 2026, Target Pertahankan Juara Umum

Wali Kota menyebut Festival Budaya Isen Mulang menjadi ruang strategis menjaga identitas budaya dan memperkuat kebanggaan daerah

Semangat Sumpah Pemuda, Pemkot Palangka Raya Ajak Generasi Muda Terus Bergerak dan Bersatu

“Hari ini kita berdiri di bawah langit merah putih yang sama seperti para pemuda tahun 1928. Mereka berani bersumpah dan menepatinya dengan pengorbanan”

Sertifikasi Halal Jadi Fokus Sosialisasi UMKM di Palangka Raya

Menjelang pemberlakuan penuh kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, pemerintah daerah dan Kementerian Agama mempercepat edukasi kepada pelaku usaha agar tidak terkendala regulasi saat memasarkan produk.

Gema Pancasila Dinilai Strategis Perkuat Ketahanan Ideologi Bangsa

“Penguatan nilai Pancasila menjadi semakin penting, khususnya dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa di era digital yang penuh arus informasi, disinformasi, dan dinamika sosial yang cepat berubah”

KSP Tegaskan Anggaran Pendidikan Tidak Dipangkas, Diperkuat Lewat Revitalisasi Sekolah dan Sekolah Rakyat

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan anggaran pendidikan tidak mengalami pengurangan, melainkan justru diperkuat melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat.

Haul Ke-6 K.H. Ahmad Zuhdiannor Digelar di Tiga Lokasi Kalsel dan Kalteng

Peringatan haul ke-6 Almarhum bin H. Muhammad atau yang akrab disapa Abah Haji kembali dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah.

Pawai Akbar 1 Muharram Warnai Tahun Baru Islam di Pulang Pisau

“Makna 1 Muharram bagi umat Islam adalah bulan yang sangat luar biasa karena menjadi awal tahun baru Islam yang mengajak kita untuk lebih baik ke depan”

Harga Emas Turun 0,35 Persen, Dolar AS Menguat Tekan Pasar

Mengutip Trading Economics, tekanan terhadap harga emas muncul setelah Gubernur The Fed Lisa Cook menyatakan tidak mendukung pemotongan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.

Popular Articles