Palangka Raya | EnterKal – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program strategis yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan Lemhannas RI, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), serta Nikwanyu School yang merupakan bagian dari National University of Singapore (NUS), menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan kepemimpinannya sebagai kepala daerah.
Fairid mengatakan, program tersebut merupakan kesempatan langka dan penuh nilai strategis bagi daerah, mengingat hanya 25 kepala daerah dari seluruh Indonesia yang terpilih menjadi peserta.
“Dari ratusan kepala daerah se-Indonesia, hanya 25 kepala daerah yang terpilih mengikuti program tersebut, jadi ini sebuah kehormatan sekaligus kesempatan langka. Program ini merupakan angkatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2023,” ucapnya, Selasa (25/11/2025).
Ia menuturkan bahwa pembelajaran yang diperoleh sangat beragam dan mendalam, mulai dari kedisiplinan waktu, wawasan kebangsaan, hingga penguatan pelayanan publik yang modern dan profesional.
“Pembelajaran yang diperoleh, baik di Lemhannas maupun di Singapura, memberikan pelajaran yang baru terhadap tata kelola pemerintahan yang efektif, meskipun terdapat perbedaan karakter dan sistem antara Indonesia dan Singapura. Namun demikian, sejumlah nilai positif diyakini dapat diadaptasi dan diterapkan di Kota Palangka Raya,” tambahnya.
Fairid menegaskan bahwa tidak semua sistem dapat diadopsi sepenuhnya, namun banyak nilai dan praktik baik yang relevan untuk diterapkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Palangka Raya.
“Program ini berlangsung dengan jadwal yang padat dan disiplin tinggi, mulai dari pagi hingga malam hari. Di NUS, para peserta juga diuji melalui berbagai simulasi, presentasi, hingga penyusunan rencana aksi yang akan diintegrasikan ke dalam RPJMD lima tahunan dan dievaluasi secara berkala oleh lembaga penyelenggara,” lanjutnya.
Salah satu fokus utama rencana aksi yang disusun adalah pengelolaan sampah berbasis kolaborasi melalui program “Kita Pintar Pengelolaan Sampah”. Fairid menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, bukan hanya pemerintah.
“Dalam kesempatan ini berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata demi kemajuan Kota Palangka Raya, khususnya dalam menciptakan tata kelola lingkungan dan pelayanan publik yang lebih berkualitas,” ungkapnya.
Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman dari program internasional tersebut, Fairid optimistis dapat membawa Kota Palangka Raya menuju tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. (R-Adv)








