Kamis, Februari 5, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Harga Emas Turun 0,35 Persen, Dolar AS Menguat Tekan Pasar

EnterKal — Harga emas melemah pada perdagangan Kamis (5/2/2026), turun sekitar 0,35 persen ke level US$4.930 per ons troi. Pelemahan ini menghentikan tren kenaikan dua hari berturut-turut, seiring menguatnya dolar Amerika Serikat setelah Federal Reserve memberi sinyal kehati-hatian terkait pemangkasan suku bunga acuan.

Mengutip Trading Economics, tekanan terhadap harga emas muncul setelah Gubernur The Fed Lisa Cook menyatakan tidak mendukung pemotongan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.

Lisa Cook menegaskan bahwa The Fed saat ini lebih memprioritaskan risiko inflasi yang masih meningkat dibandingkan indikasi perlambatan di pasar tenaga kerja.

Sentimen tersebut diperkuat oleh pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai kandidat ketua The Fed berikutnya. Warsh dinilai pasar memiliki pandangan kebijakan moneter yang lebih agresif dibandingkan kandidat lain, sehingga pelaku pasar memperkirakan laju pemangkasan suku bunga akan lebih lambat.

Dari sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan ADP menunjukkan pertumbuhan penggajian sektor swasta yang lebih lemah dari perkiraan. Namun, data PMI Jasa ISM justru mencatat kenaikan di atas ekspektasi, memperkuat sinyal bahwa aktivitas ekonomi AS masih relatif solid.

Di sisi geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut meskipun terdapat rencana pembicaraan nuklir di Oman pada Jumat. Washington disebut belum sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan opsi militer, sehingga risiko geopolitik tetap menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Sebagai catatan, pada awal pekan ini harga emas sempat melonjak lebih dari 6 persen, mencatatkan kenaikan intraday terbesar sejak 2008. Lonjakan tersebut dipicu aksi beli besar-besaran saat harga terkoreksi tajam dari rekor tertinggi yang tercapai pada akhir pekan lalu.

Dengan kombinasi tekanan kebijakan moneter dan ketidakpastian global, pergerakan harga emas ke depan diperkirakan tetap volatil, seiring pelaku pasar mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan geopolitik internasional.

spot_img

Popular Articles