Kamis, Februari 5, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Program Sorgum Palangka Raya Jadi Contoh Ketahanan Pangan Nasional

Palangka Raya | EnterKal — Pemerintah Kota Palangka Raya menunjukkan keseriusan tinggi dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) tahun 2025. Berdasarkan ringkasan laporan program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025, Kota Palangka Raya mencatatkan tingkat pengisian data indikator SDGs sebesar 100 persen.

Capaian tersebut menempatkan Palangka Raya sebagai salah satu kota paling transparan dan akuntabel dari 77 kota peserta di seluruh Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi Palangka Raya sebagai daerah yang konsisten dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu faktor pendorong utama capaian tersebut adalah hadirnya program unggulan inovatif bertajuk Sorgum Super Food Masa Depan (SOFOOD MAPAN). Program ini menjadi tulang punggung strategi Pemko Palangka Raya dalam menjawab tantangan ketahanan dan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Melalui SOFOOD MAPAN, pemerintah kota mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk budidaya sorgum sebagai alternatif bahan pangan pokok yang bergizi tinggi, adaptif terhadap perubahan iklim, serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan bahwa pemilihan sorgum sebagai program unggulan didasarkan pada visi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian pangan daerah.

“Melalui program SOFOOD MAPAN, kami ingin membuktikan bahwa Palangka Raya siap menjadi pelopor dalam ketahanan pangan masa depan,” ujar Fairid, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, program tersebut memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan petani lokal sekaligus memperkuat kualitas gizi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat dan berkelanjutan.

“Sorgum bukan sekadar komoditas, tetapi solusi konkret untuk mencapai target SDGs, khususnya penghapusan kelaparan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Skor 100 persen pengisian data indikator menjadi bukti bahwa program ini direncanakan dan dieksekusi secara terukur,” ungkapnya.

Keberhasilan Palangka Raya juga diperkuat oleh sinergi lintas pemangku kepentingan dalam kerangka I-SIM 2025, yang melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, serta PT Surveyor Indonesia. Kolaborasi ini memastikan inovasi SOFOOD MAPAN memiliki standar dan pengakuan di tingkat nasional.

Fokus pada pengembangan super food lokal tersebut juga selaras dengan predikat “The Encourager” yang diraih Palangka Raya dalam I-SIM 2025, karena dinilai aktif mendorong perubahan gaya hidup sehat serta sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Dengan partisipasi 77 dari 98 kota di Indonesia, Palangka Raya berhasil menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu bersaing di level nasional. Ke depan, pemerintah kota berkomitmen memperluas area budidaya serta mengembangkan hilirisasi produk sorgum agar manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu membawa Palangka Raya melampaui target-target pembangunan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. (MC-Red)

spot_img

Popular Articles