SAMARINDA | EnterKal – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur mendorong aparatur sipil negara (ASN) memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja. Pemanfaatannya perlu disertai kemampuan memverifikasi informasi, menjaga keamanan data, serta mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan.
Pesan tersebut disampaikan Pengembang Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Kaltim, Apriyana Rachmawaty, dalam webinar bertajuk “AI-POWERED ASN: Bekerja Lebih Cerdas, Cepat, dan Berkualitas di Era Artificial Intelligence” yang digelar secara virtual, Kamis (15/10/2026).
Apriyana menjelaskan, perkembangan AI telah mengubah cara masyarakat bekerja, belajar, berkomunikasi, dan mengambil keputusan. Dalam pemerintahan, teknologi ini dapat membantu penyusunan dokumen, analisis data, perangkuman informasi, pengembangan gagasan, hingga mempercepat pekerjaan administrasi.
Namun, kecepatan teknologi tidak serta-merta menjamin kualitas hasil. Kompetensi, integritas, dan tanggung jawab manusia tetap menentukan bagaimana AI digunakan dan bagaimana hasilnya dimanfaatkan.
“ Kita ingin agar ASN tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami manfaat, keterbatasan, serta risiko penggunaannya,” ujar Apriyana.
AI untuk efisiensi dan pekerjaan strategis
Menurut Apriyana, pemanfaatan AI dalam lingkungan pemerintahan perlu diarahkan untuk menyederhanakan proses kerja dan mengurangi pekerjaan berulang atau repetitive tasks.
Dengan dukungan teknologi, ASN diharapkan dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk pekerjaan strategis, seperti analisis kebijakan, pemecahan masalah, koordinasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Meski demikian, hasil yang dihasilkan AI harus tetap diperiksa dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. ASN tidak boleh menerima seluruh keluaran teknologi tanpa melakukan verifikasi.
Pengguna perlu menerapkan pemikiran kritis, pertimbangan profesional, serta pemahaman terhadap substansi pekerjaan sebelum menggunakan hasil AI sebagai bahan penyusunan dokumen atau pengambilan keputusan.
Keamanan data dan akuntabilitas tetap utama
Selain produktivitas, Apriyana menekankan pentingnya keamanan data, perlindungan informasi, etika, transparansi, dan akuntabilitas dalam penggunaan AI.
Kemudahan teknologi tidak boleh mengurangi tanggung jawab ASN atas hasil pekerjaannya. Informasi kedinasan maupun data yang bersifat sensitif juga perlu dikelola sesuai ketentuan perlindungan data dan kebijakan keamanan informasi yang berlaku.
Karena itu, peningkatan kompetensi ASN tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan mengoperasikan perangkat AI. Aparatur juga perlu memahami risiko penggunaan teknologi, menilai keandalan informasi, serta menentukan batas penggunaannya dalam pekerjaan pemerintahan.
Kaltim Korpu perluas pembelajaran ASN
Penguatan kompetensi digital tersebut menjadi bagian dari upaya BPSDM Kaltim mengembangkan sumber daya manusia aparatur agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis.
Melalui program Kaltim Corporate University (Kaltim Korpu), pembelajaran ASN didorong berlangsung secara fleksibel, kolaboratif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pekerjaan.
Kaltim Korpu Webinar Series menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses pembelajaran, mempertemukan praktisi dan akademisi, serta membangun budaya belajar di kalangan ASN.
Apriyana menilai perubahan teknologi perlu diikuti pengembangan kompetensi yang lebih luas. Selain pengetahuan teknis, ASN membutuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Webinar tersebut menghadirkan Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Ir. Haviluddin, sebagai narasumber.
Melalui kegiatan ini, BPSDM Kaltim mendorong ASN agar tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara tepat untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Red)





