spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

72 Desa di Kaltim Belum Berlistrik, Pemprov Targetkan Tuntas 2027

Pemprov Kaltim bersama PLN menargetkan 36 desa mendapat akses listrik pada 2026 dan 36 desa lainnya pada 2027 untuk menutup kesenjangan elektrifikasi di wilayah perdesaan dan pelosok.

Kalimantan Timur | EnterKal – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mempercepat pemerataan akses listrik ke wilayah perdesaan dan pelosok. Hingga Agustus 2026, masih terdapat 72 desa yang belum menikmati aliran listrik dari jaringan PT PLN (Persero).

Jumlah tersebut menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 109 desa belum terhubung jaringan PLN. Artinya, sebanyak 37 desa telah mendapatkan akses listrik dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, mengatakan data desa yang belum berlistrik antara Pemprov Kaltim dan PLN kini telah diselaraskan.

“Jadi, saat ini terdapat 72 desa yang belum teraliri listrik PLN. Data Dinas ESDM dan PLN sudah selaras,” ujar Bambang seperti dikutip dari keterangan Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setprov Kaltim, Minggu (9/8/2026).

36 Desa Jadi Target Elektrifikasi 2026

Pemprov Kaltim bersama PLN telah menyusun tahapan percepatan elektrifikasi desa. Pada 2026, sebanyak 36 desa ditargetkan mulai mendapatkan sambungan jaringan listrik.

Program tersebut dilanjutkan pada 2027 dengan sasaran 36 desa lainnya. Jika seluruh target terealisasi sesuai rencana, 72 desa yang masih belum terhubung PLN akan mendapatkan akses listrik.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan tidak hanya menghasilkan sambungan listrik, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pasokan energi yang andal.

Bambang menegaskan, pemerataan listrik merupakan agenda penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.

Listrik Buka Peluang Ekonomi Desa

Akses listrik dinilai memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar penerangan rumah. Ketersediaan energi dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas, menunjang proses pendidikan, serta memperbaiki kualitas kehidupan sehari-hari.

Karena itu, elektrifikasi desa dipandang sebagai bagian dari upaya mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan kawasan perdesaan maupun terpencil.

Pemerintah daerah bersama PLN perlu memastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi geografis masing-masing wilayah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Target Tuntas Paling Lambat 2028

Pemprov Kaltim menargetkan seluruh desa yang belum berlistrik dapat tersambung jaringan PLN pada 2027. Namun, pemerintah juga menyiapkan ruang penyesuaian apabila terdapat kendala dalam pembangunan infrastruktur.

“Ditargetkan pada 2027. Jika ada penyesuaian waktu, paling lambat hingga 2028 seluruh desa di Kalimantan Timur sudah tersambung jaringan listrik PLN,” tegas Bambang.

Target tersebut menjadi tantangan mengingat luas wilayah Kalimantan Timur dan karakter geografisnya yang membuat sebagian permukiman berada di kawasan terpencil.

Karena itu, kolaborasi Pemprov Kaltim dan PLN menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan jaringan mampu menjangkau desa-desa yang selama ini berada di luar jangkauan sistem kelistrikan.

Jika seluruh target terealisasi, 2028 akan menjadi momentum penting bagi Kalimantan Timur dalam menutup kesenjangan akses energi hingga ke desa-desa paling pelosok. (Sumber-Red)

Mukhtarudin–BKPRMI Bahas Edukasi Migrasi Aman Berbasis Masjid

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi jajaran BKPRMI di Kantor KemenP2MI, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

PT Bara Prima Mandiri Tuntaskan Program PPM 2025 di Barito Selatan

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan program strategis jangka panjang yang wajib dilaksanakan perusahaan pertambangan guna meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Gubernur Dorong HIPMI Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya peran Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Tengah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Transparansi dan Inovasi Jadi Kunci TJSLP, Wakil Wali Kota Achmad Zaini Buka Pertemuan Tahunan Forum TJSLP

“Dengan transparansi, inovasi, dan akuntabilitas, saya yakin kontribusi dunia usaha akan semakin besar untuk kemajuan Kota Palangka Raya"

Pemkab Gunung Mas Tekankan Pencegahan Kebakaran Jadi Prioritas Utama

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menegaskan pencegahan kebakaran harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah kejadian, seiring meningkatnya potensi kebakaran memasuki musim rawan.

Safari Ramadan di Rujab, Fairid Tekankan Refleksi, Soliditas, dan Arah Pembangunan

Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar buka puasa bersama bertema “Istiqomah Perhiasan Terindah” dengan menghadirkan Anggelina Sondakh sebagai pemateri, di Halaman Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Palangka Raya, Jumat (27/2/2026) malam.

Agustiar Sabran Minta ASN dan Relawan Bergerak Perkuat Penanganan Karhutla

Keputusan Gubernur 31 Agustus 2026 mengubah status penanganan karhutla menjadi tanggap darurat dan memperkuat operasi melalui satu komando, pengerahan ASN, relawan, serta dukungan layanan bagi masyarakat.

Pemko Palangka Raya Siapkan Ruang Oksigen di 11 Puskesmas

Sebelas puskesmas disiapkan untuk memberikan penanganan awal gangguan pernapasan, sementara kasus ISPA dipantau setiap hari di tengah dampak karhutla.

Salat Istisqo di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Soroti Kemarau dan Karhutla

Salat Istisqo dan doa bersama digelar saat Kalteng menghadapi kemarau panjang yang meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla, disertai imbauan menjaga lingkungan, menghemat air, dan melindungi kesehatan.

BBM Nonsubsidi Naik, Ekonomi Kalteng Berpotensi Tertekan

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 18 April 2026 berpotensi membebani perekonomian Kalimantan Tengah. Lonjakan biaya logistik diperkirakan akan mendorong kenaikan harga bahan pokok serta menekan daya beli masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Popular Articles