Palangka Raya | EnterKal – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak akan menghambat pelaksanaan program prioritas pembangunan maupun kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Agustiar saat bersilaturahmi dan berdialog bersama pimpinan organisasi pers dan wartawan di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu (31/1/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PWI, IJTI, AMSI, SPS, AJI, AWPI, IPJI, SPRI, AJV, PJS, Pewarna, serta pimpinan redaksi dan jurnalis media mitra Pemprov Kalteng. Kegiatan diawali dengan jalan sore bersama melihat fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru yang terkoneksi dengan menara Bundaran Besar dan akan segera dibuka untuk umum.
Efisiensi Difokuskan pada Belanja Nonprioritas
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai konsisten mengawal pemberitaan pembangunan daerah.
“Mohon izin Bapak Gubernur, kami laporkan bahwa di waktu berjalan satu tahun ini teman-teman pers, media, dan jurnalis yang tergabung, baik itu bermedia kontrak dengan Pemprov ataupun yang saat ini juga belum berkontrak, mereka sudah mengawal dengan sangat baik berkaitan dengan pemberitaan,” ujar Rangga.
Ia juga menyinggung situasi fiskal daerah yang sedang dalam fase penyesuaian anggaran.
“Saat ini kita sedang berada di kondisi efisiensi anggaran, namun ini tidak menjadikan batasan Bapak Gubernur dalam menjalankan program yang prioritasnya kepada masyarakat Kalimantan Tengah. Mari kita sama-sama dukung program Bapak Gubernur dalam rangka memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Agustiar menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan secara selektif, dengan memangkas belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Efisiensi anggaran kami sikapi dengan melakukan evaluasi dan pengurangan belanja yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti perjalanan dinas, belanja alat tulis kantor, kegiatan di hotel, dan pengeluaran sejenis lainnya,” kata Agustiar.
Menurutnya, langkah itu justru menjadi momentum untuk menata ulang prioritas belanja agar lebih fokus pada pembangunan riil dan kebutuhan dasar masyarakat.
Infrastruktur dan Program Unggulan Tetap Dilanjutkan
Agustiar memastikan proyek infrastruktur strategis tetap berjalan, termasuk program pendidikan unggulan.
“Saya pastikan program infrastruktur tetap berjalan. Termasuk Program unggulan Satu Rumah Satu Sarjana juga tidak akan dihilangkan meskipun berada dalam keterbatasan anggaran,” tegasnya.
Di sektor perlindungan sosial, bantuan sosial disebut tetap disalurkan dengan intensitas yang bahkan bisa lebih dari lima kali dalam setahun, baik dalam bentuk pangan maupun bantuan tunai. Insentif bagi RT, RW, pemuka agama, dan tokoh masyarakat juga tetap dialokasikan meskipun disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Siapkan Inovasi Layanan Publik
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengungkapkan rencana peluncuran program baru berbasis layanan publik.
“Kami juga akan meluncurkan Kartu Huma Betang. Jadi, meskipun di tengah efisiensi anggaran, program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah akan terus kami optimalkan,” pungkas Agustiar.
Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana akrab itu diakhiri dengan makan bersama antara Gubernur, jajaran pejabat Pemprov, dan insan pers.
Secara keseluruhan, kebijakan efisiensi yang ditempuh Pemprov Kalteng diarahkan pada penataan belanja nonprioritas tanpa mengurangi komitmen terhadap program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. (Red)








