spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Menkeu: Defisit APBN 2025 Capai 2,92 Persen PDB, Stimulus Dipilih untuk Cegah Ekonomi Terpuruk

JAKARTA | EnterKal — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai 2,92 persen atau Rp 695,1 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kebijakan tersebut, menurutnya, diambil sebagai langkah strategis untuk membalikkan arah perlambatan ekonomi nasional.

Dalam Sharia Ekonomi Forum 2026, Senin (16/2/2026), Purbaya menjelaskan bahwa pelebaran defisit merupakan konsekuensi dari kebijakan stimulus fiskal yang ditempuh pemerintah.

“Untuk membalik arah, saya perlu modal. Saya kasih stimulus ke perekonomian. Bukan saya, Pak Prabowo ya, memberi stimulus ke perekonomian. Dampaknya apa? Ya defisit melebar sedikit,” ujar Purbaya.

Ia menegaskan, pemerintah sebenarnya memiliki opsi mempersempit defisit melalui peningkatan pajak atau pengetatan belanja. Namun, langkah tersebut dinilai berisiko memperdalam kontraksi ekonomi.

“Kalau ekonominya lagi jatuh, saya biarkan, saya naikkan pajak dan lain-lain, akan jatuh terus ke bawah. Kita bisa jatuh seperti 1997–1998 kalau kebijakannya tidak diubah. Itu ancaman yang real,” imbuhnya.

Menurut Purbaya, pelebaran defisit tetap dikendalikan agar tidak melampaui batas 3 persen dari PDB sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Batas tersebut menjadi jangkar disiplin fiskal di tengah upaya ekspansi kebijakan.

“Saya korbankan defisit sedikit, tapi tidak melewati 3 persen. Jadi kita kasih stimulus ke perekonomian. Ekonominya mulai balik, tanpa mengorbankan kehati-hatian fiskal,” katanya.

Secara makro, strategi tersebut mencerminkan pendekatan countercyclical fiscal policy, yakni kebijakan fiskal ekspansif saat ekonomi melemah, dengan tetap menjaga kredibilitas fiskal. Pemerintah berharap stimulus yang digelontorkan mampu mempercepat pemulihan permintaan domestik, menjaga daya beli, serta mendorong investasi tanpa memicu ketidakstabilan fiskal jangka panjang.

Dengan defisit 2,92 persen, ruang fiskal pemerintah masih berada dalam koridor regulasi. Namun, efektivitas stimulus akan sangat ditentukan oleh kualitas belanja negara dan ketepatan sasaran kebijakan dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Jamnas XII 2026, 24 Pramuka Palangka Raya Terima Lencana Tiska

Penyematan Tiska menjadi penanda penghargaan atas partisipasi 24 Pramuka Palangka Raya di Jamnas XII sekaligus momentum mendorong mereka menerapkan disiplin, kepemimpinan, dan etika bermedia sosial.

Bapenda Palangka Raya Tingkatkan Kepatuhan Pajak Daerah Lewat Penyampaian Maklumat Langsung

Penyampaian maklumat pajak secara langsung ke lokasi usaha dilakukan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha, serta mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Prabowo Subianto Serukan Penerapan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

“Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar. Kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti"

Ketua DPRD Soroti Penurunan APBD Palangka Raya 2026, Dorong Optimalisasi PAD

“Kita dorong agar optimalisasi PAD bisa menjadi solusi strategis untuk menutupi kekurangan akibat menurunnya transfer dana pusat"

Festival Tari Anak Kalimantan Tengah 2026 Resmi Dibuka, Libatkan 10 Sanggar Seni

Festival Tari Anak Kalimantan Tengah menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan seni budaya daerah sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi, Usung Empat Pilar Kemajuan Catur Indonesia

Agustiar Sabran resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030 dengan membawa agenda pembenahan tata kelola organisasi, penguatan pembinaan atlet usia dini, digitalisasi sistem pelatihan, serta peningkatan kesejahteraan atlet catur Indonesia.

Kalteng Kembali Raih Opini WTP, Agustiar: Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pemko Palangka Raya Targetkan Kemiskinan Turun ke 3,30 Persen pada 2026

Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya menekan angka kemiskinan sebagai agenda prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Target tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat membuka Rapat Koordinasi Sinkronisasi dan Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan di Aula Peteng Karuhei II, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (18/2/2026).

Eni Investasi Rp253 Triliun Garap Proyek Gas Raksasa Kaltim, Produksi Mulai 2028

Perusahaan migas asal Italia, Eni SpA, resmi mengambil keputusan investasi akhir (final investment decision/FID) untuk pengembangan dua proyek gas besar di lepas pantai Kalimantan Timur, yakni Gendalo–Gandang (South Hub) dan Geng North–Gehem (North Hub).

Sekda Soroti Perizinan Reklame, Pemkot Palangka Raya Siapkan Penataan

“Kalau kita lihat, memang saat ini persoalan reklame sangat miris, belum ada separuh yang memiliki izin"

Popular Articles