Jakarta | EnterKal — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyampaikan ucapan selamat Milad ke-79 kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diperingati pada 5 Februari 2026.
Dalam pernyataannya, Mukhtarudin menekankan peran historis HMI sebagai organisasi kader yang telah menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin bangsa berintegritas, berwawasan keislaman, dan berkomitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, HMI selama hampir delapan dekade konsisten melahirkan kader-kader intelektual yang kritis, namun tetap solutif dalam merespons berbagai tantangan zaman.
“HMI memiliki sejarah panjang dalam mencetak pemikir dan pemimpin bangsa yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai keislaman dan keindonesiaan,” ujar Mukhtarudin.
Sinergi Membangun Negeri
Mukhtarudin juga mengajak seluruh kader HMI untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mengawal isu-isu kemanusiaan dan keadilan sosial. Salah satu perhatian utama yang disorot adalah perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Ia menilai, di tengah perubahan global dan kemajuan teknologi, HMI dituntut tetap adaptif tanpa meninggalkan khittah perjuangan organisasi.
“Di usia yang hampir delapan dekade, HMI harus tetap relevan dan responsif terhadap dinamika global, namun tetap berakar pada nilai perjuangan dan pengabdian kepada umat dan bangsa,” katanya.
Mukhtarudin juga menitipkan pesan agar HMI terus memperkuat jejaring global, seiring dengan arah kebijakan penempatan pekerja migran yang kini semakin berfokus pada tenaga kerja terampil (skilled labor).
Ia berharap kader-kader HMI dapat berperan sebagai agen perubahan yang memberikan edukasi, pendampingan, dan perlindungan kepada masyarakat yang ingin berkiprah di kancah internasional.
“Selamat Milad HMI ke-79. Semoga HMI terus menjadi rumah bagi para pejuang pemikir yang menjaga semangat persatuan untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” pungkas Mukhtarudin.







