JAKARTA | EnterKal — Kinerja saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) kembali tertekan hingga penutupan perdagangan Selasa (4/3/2026). Empat saham bank jumbo tercatat kompak berada di zona merah seiring pelemahan pasar saham secara keseluruhan.
Penurunan paling dalam dialami saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Sementara pelemahan juga terjadi pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
BBNI Pimpin Koreksi
Pada perdagangan hari ini, saham BBNI menjadi bank dengan koreksi terdalam setelah ditutup turun 3,49 persen ke level Rp4.150 per saham.
Disusul saham BBCA yang ditutup di level Rp6.875 per saham atau melemah 2,83 persen dibanding penutupan Selasa (3/3). Sepanjang perdagangan, BBCA sempat menyentuh level terendah Rp6.825 sebelum sedikit menguat menjelang penutupan.
Sementara itu, saham BMRI ditutup pada level Rp4.950 per saham atau turun 2,35 persen dibanding harga penutupan sebelumnya. Saham ini sempat turun hingga Rp4.880 pada sekitar pukul 14.20 WIB sebelum kembali bergerak naik.
Adapun saham BBRI mencatat pelemahan paling tipis di antara bank besar lainnya. BBRI ditutup pada level Rp3.690 per saham atau turun 2,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Tekanan Sektor Perbankan
Koreksi serentak pada saham bank besar tersebut mencerminkan tekanan yang dialami sektor perbankan sepanjang perdagangan hari ini.
Secara keseluruhan, pasar saham juga mengalami pelemahan tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.577 atau turun 362 poin, setara koreksi 4,57 persen.
Pelemahan IHSG menunjukkan tekanan yang meluas di pasar, termasuk pada saham-saham sektor keuangan yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan indeks. (Red)










