Kamis, Februari 5, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Seni Dayak Kalteng Tampil Berkolaborasi dengan Tari Kecak di Bali

Badung | EnterKal – Ragam seni budaya Kalimantan Tengah (Kalteng) mewarnai panggung budaya Bali melalui kolaborasi Tari Adat Dayak Kalteng dan Tari Kecak Bali dalam acara “Harmoni Budaya Nusantara, Gelar Seni Bersama Palangka Raya Kalteng – Kuta Selatan Bali”. Kegiatan ini berlangsung di Panggung Budaya Praharsacitta, Desa Ungasan, kawasan Pantai Melasti Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/12/2025).

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya. Sejumlah penari muda Palangka Raya tampil membawakan tarian khas Dayak Kalimantan Tengah sebagai bagian dari promosi budaya daerah di salah satu destinasi wisata internasional.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, keikutsertaan para penari muda tersebut merupakan bentuk apresiasi atas prestasi mereka sebagai pemenang lomba kesenian tingkat nasional.

“Penampilan para penari muda di Pantai Melasti ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mengharumkan nama Kota Palangka Raya di kancah nasional,” ujar Fairid, didampingi Ketua TP PKK Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, usai pertunjukan.

Fairid menilai, pementasan seni Dayak Kalteng di kawasan wisata Pantai Melasti memiliki nilai strategis sebagai sarana promosi budaya ke pasar yang lebih luas.

“Mengingat pertunjukan Tari Kecak di Pantai Melasti ini disaksikan wisatawan mancanegara, maka penampilan penari muda bertalenta dari Palangka Raya menjadi media promosi seni budaya kita secara langsung,” katanya.

Selain sebagai promosi budaya, Fairid juga menekankan pentingnya pementasan tersebut dalam memotivasi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak. Ia menilai pengembangan sektor seni dan budaya memiliki dampak ekonomi jangka panjang.

“Pengembangan seni dan budaya diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang berdampak pada peningkatan PAD secara berkelanjutan. Seperti di Kabupaten Badung, sekitar 80 persen PAD berasal dari sektor pariwisata dan mencapai angka triliunan rupiah. Harapannya, Kota Palangka Raya dapat mengarah ke sana,” ucapnya.

Dalam pementasan tersebut, rombongan seni Kota Palangka Raya menampilkan sejumlah tarian khas Dayak Kalteng, di antaranya Tarian Wadian Dadas dan Tarian Mandau Apang. Pertunjukan dilanjutkan dengan lantunan etnik Karungut Dayak serta lagu daerah Tatu Hiang dan Oh Palangka Raya.

Rangkaian acara ditutup dengan tarian Manasai yang melibatkan seluruh pementas dari Palangka Raya, penari Kecak, hingga wisatawan yang hadir. Mereka menari bersama secara melingkar, menciptakan suasana kebersamaan dan harmoni budaya Nusantara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi kerja sama antar daerah dalam pengembangan seni dan budaya melalui Dewan Kesenian Daerah serta Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan (Listibiya).

Ia berharap kolaborasi antara Tari Kecak Bali dan Tari Dayak Kalimantan Tengah ini dapat memperkuat upaya pelestarian adat dan seni budaya, sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Palangka Raya ke depan. (Red)

spot_img

Popular Articles