Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya membentuk Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai langkah memperkuat upaya penemuan kasus, pendampingan pasien, serta edukasi masyarakat guna menekan penyebaran penyakit tersebut.
Program ini pada tahap awal diterapkan di empat kelurahan, yakni Kelurahan Palangka, Pahandut, Bukit Tunggal, dan Menteng. Pembentukan Kelurahan Siaga TBC dibahas dalam kegiatan yang digelar di Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (10/6/2026).
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TBC nasional.
“Pada tahap awal, program ini dilaksanakan di empat kelurahan. Karena itu, kami mengumpulkan seluruh pihak terkait agar memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan program yang telah disusun,” ujarnya.
Fokus pada Tiga Tugas Utama
Achmad Zaini menjelaskan, Kelurahan Siaga TBC memiliki tiga tugas utama, yakni melakukan penemuan kasus secara aktif di tengah masyarakat, mendampingi pasien selama menjalani pengobatan, serta memberikan edukasi untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TBC.
Menurutnya, keberhasilan menemukan kasus secara dini justru menjadi indikator positif dalam upaya pengendalian penyakit tersebut karena penderita dapat segera memperoleh pengobatan dan mencegah penularan yang lebih luas.
“Semakin banyak kasus ditemukan, semakin baik. Sebab, jika tidak ditemukan maka tidak bisa diobati dan berpotensi terus menularkan kepada orang lain,” katanya.
Pendampingan Jadi Kunci Kesembuhan
Zaini menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Ia menjelaskan, risiko penularan akan berkurang secara signifikan ketika pasien rutin mengonsumsi obat dan menyelesaikan seluruh tahapan terapi hingga tuntas.
“Apabila pengobatan dijalankan secara teratur selama enam bulan sesuai anjuran, pasien dapat sembuh. Karena itu, pendampingan selama masa pengobatan menjadi sangat penting,” ujarnya.
Karena itu, keberadaan Kelurahan Siaga TBC diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus memberikan dukungan kepada pasien agar tidak putus berobat.
Lebih dari Seribu Kasus Ditemukan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.101 kasus TBC ditemukan di Kota Palangka Raya.
Namun, menurut Zaini, tingginya angka temuan tersebut tidak selalu menunjukkan kondisi yang memburuk. Sebaliknya, hal itu mencerminkan semakin optimalnya upaya deteksi dini yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, TBC masih menjadi salah satu penyakit menular dengan angka kematian tinggi di dunia sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan hingga pasien menyelesaikan pengobatan secara tuntas guna memutus rantai penularan di tengah masyarakat. (Red)





