spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

KemenP2MI–UNPRI Teken MoU, Siapkan Migran Center Terpadu

Jakarta Selatan | EnterKal – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Prima Indonesia di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbasis pendidikan.

Dalam audiensi tersebut, Rektor UNPRI Chrismis Novalinda Ginting menyampaikan rencana pengembangan Migran Center di lingkungan kampus sebagai layanan terpadu bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

“Kami ingin menghadirkan layanan satu atap, mulai dari pelatihan, edukasi, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Layanan Satu Atap untuk CPMI

UNPRI menyiapkan dukungan fasilitas kesehatan melalui rumah sakit dan klinik yang terintegrasi dengan fakultas kedokteran. Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) akan dihadirkan di dalam kampus guna menunjang pelatihan keterampilan calon pekerja migran.

Model one stop service ini diharapkan mempermudah proses penyiapan CPMI secara komprehensif dan terstandar.

Dorong SDM Siap Kerja Global

UNPRI juga akan memasukkan edukasi pekerja migran ke dalam kurikulum, termasuk penguatan keterampilan sesuai kebutuhan pasar internasional.

Langkah ini ditujukan agar lulusan memiliki kesiapan sejak dini dan dapat langsung terserap dalam program penempatan kerja luar negeri secara prosedural.

Saat ini, UNPRI memiliki basis mahasiswa besar di Sumatera Utara serta sekitar 7.000 mahasiswa di Jambi, yang dinilai potensial untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja global.

Target 500 Ribu Tenaga Profesional

Menteri Mukhtarudin menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi besar KemenP2MI dalam memperkuat tata kelola PMI dari hulu ke hilir.

“Presiden menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja profesional pada periode 2026–2029 di sektor strategis seperti caregiver, nurse, welder, hingga hospitality,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, peluang kerja luar negeri saat ini mencapai 327.658 posisi per April 2026, namun baru terserap sekitar 21,12 persen.

Tantangan Bahasa dan Kompetensi

Meski memiliki bonus demografi, pemerintah menilai tantangan utama masih terletak pada kemampuan bahasa.

“Banyak lulusan kita secara teknis siap, tetapi belum menguasai bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan. Ini yang harus diperkuat,” tegas Mukhtarudin.

Karena itu, sinergi dengan perguruan tinggi diarahkan untuk mengintegrasikan pelatihan bahasa dan sertifikasi keahlian dalam sistem pendidikan.

Perkuat Sektor Formal dan Cegah TPPO

Kerja sama ini juga mencakup penguatan Tridharma perguruan tinggi, termasuk riset dan program “Kampus Berdampak”. Mahasiswa didorong menjadi agen migrasi aman guna mencegah penempatan non-prosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Data KemenP2MI mencatat remitansi PMI mencapai Rp288 triliun pada 2025, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

Pemerintah menargetkan transformasi PMI dari sektor domestik ke sektor formal berbasis keahlian, dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademik.

“Dengan Migran Center, kita memastikan tenaga kerja yang berangkat adalah SDM yang ahli, terdata, dan terlindungi sejak awal,” pungkas Mukhtarudin. (Fj-Red)

Relawan Karhutla Palangka Raya Bertaruh Kesehatan di Tengah Asap

Karhutla di kawasan gambut Petuk Katimpun dan sekitarnya masih menyisakan asap setelah sekitar sebulan, sementara relawan menghadapi minimnya pasokan air, medan berat, kelelahan, serta gangguan kesehatan saat memadamkan api.

HUT ke-61 Pemkot, Fairid: Kolaborasi Kunci Palangka Raya Maju dan Berprestasi

Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat kolaborasi. Wali Kota Fairid Naparin menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan pembangunan serta mempertahankan berbagai capaian prestasi daerah di tingkat regional maupun nasional.

Palangka Raya Sumbang Tujuh Emas, Jadi Kekuatan Utama Kalteng di Pesparawi Nasional

Kontingen Kota Palangka Raya menjadi kontributor terbesar bagi prestasi Kalimantan Tengah di Pesparawi Nasional XIV dengan menyumbangkan tujuh dari total 11 medali emas yang diraih provinsi tersebut.

Agustiar Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Berantas Narkoba di Huma Betang Night

Huma Betang Night menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, Polri, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, memberantas narkoba, serta memperkokoh persatuan di Kalimantan Tengah.

Pemprov Kalteng Raih Penghargaan Pendidikan Nasional, Dorong Digitalisasi dan Akses Inklusif

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meraih penghargaan kategori pendidikan dalam ajang National Governance Awards 2026 yang diselenggarakan Metro TV di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Jumat (24/4/2026).

Agustiar Sabran Temui Massa Aksi, Bahas Percepatan Penanganan Karhutla

Gubernur Agustiar Sabran membuka dialog dengan massa aksi dan memaparkan dukungan 100 mobil pemadam, 10 ekskavator, serta 205 mesin pompa untuk memperkuat penanganan karhutla.

Mukhtarudin Dukung Indonesia Super Grid sebagai Pilar Transisi Energi Nasional

“Proyek ini akan bisa mengintegrasikan potensi energi baru terbarukan (EBT) di seluruh Indonesia dan menciptakan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan ramah lingkungan”

Pemprov Kalteng–BI Perkuat Sinergi, Dorong Laporan TPID Berbasis Data dan Strategi Adaptif

“TPID memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan stabilitas harga, khususnya pada komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin dinamis, baik akibat fluktuasi harga komoditas global, perubahan iklim, maupun dinamika geopolitik”

Seruyan Tuan Rumah Musypimwil Muhammadiyah Kalteng 2025

“Kami mendukung sepenuhnya kegiatan musyawarah ini dan berharap dapat memberikan hasil maksimal, terutama dalam merumuskan program-program ke depan”

Menteri Mukhtarudin Dorong Unud Cetak Talenta Global untuk Pasar Kerja Dunia

Kolaborasi KP2MI dan Universitas Udayana diarahkan untuk memperkuat kualitas SDM, memperluas akses kerja luar negeri yang aman dan prosedural, serta menyiapkan tenaga profesional Indonesia menghadapi kebutuhan pasar global.

Popular Articles