Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.
Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata menjaga generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba,” ujar Jayani, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, narkoba kini menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, terutama bagi generasi muda yang masih berada di usia sekolah. Data nasional menunjukkan bahwa peredaran narkoba tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga telah merambah lingkungan pendidikan.
“Fakta ini sangat memprihatinkan. Remaja yang seharusnya tumbuh menjadi pelajar berprestasi justru terancam masa depannya akibat barang haram tersebut,” ungkapnya.
Jayani menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama BNN dan seluruh elemen terkait terus memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif. Berbagai langkah preventif seperti penyuluhan, sosialisasi, dan pemeriksaan urin di sekolah-sekolah dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya narkoba sejak dini.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan sekolah, karena di sanalah generasi muda banyak menghabiskan waktu dan membentuk karakter,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif guru, orang tua, dan masyarakat dalam mengawasi serta membimbing anak-anak agar tidak mudah terpengaruh. Jayani menilai, peran keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, berintegritas, dan bebas dari narkoba.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa melindungi masa depan generasi muda Palangka Raya dari bahaya narkoba,” tutupnya. (AW-Adv)







