Kamis, Februari 5, 2026
spot_imgspot_img
spot_imgspot_img

Top EnterKal

spot_imgspot_img

Related Posts

Awal 2026, Fairid Naparin Pilih Lapangan daripada Meja Rapat

Palangka Raya | EnterKal — Mengawali tahun 2026, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memilih turun langsung ke lapangan dengan meninjau kondisi Pasar Kahayan dan Pasar Besar Palangka Raya, Senin (5/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara nyata persoalan infrastruktur dan kebersihan pasar yang selama ini dikeluhkan para pedagang.

Tidak menunggu laporan di balik meja, Fairid menyusuri lorong pasar yang tergenang air, melewati jalan becek, serta berhenti di sejumlah titik drainase yang dinilai sempit dan tidak berfungsi optimal. Kondisi tersebut menjadi gambaran langsung persoalan pasar yang kerap luput dari laporan tertulis.

“Saya perlu melihat sendiri. Kalau hanya membaca laporan, kita tidak akan tahu rasanya berjalan di pasar seperti ini,” ujar Fairid.

Menurutnya, pasar bukan sekadar objek pembangunan, melainkan denyut nadi ekonomi masyarakat kecil. Karena itu, setelah meninjau Pasar Kahayan, Fairid melanjutkan kunjungan ke Pasar Besar Palangka Raya dan berdialog langsung dengan para pedagang tanpa perantara.

Dalam dialog tersebut, Fairid menanyakan kondisi lapak, omzet penjualan, hingga kenyamanan berdagang. Dari hasil peninjauan dan percakapan itu, ia menyimpulkan bahwa persoalan utama yang masih dihadapi pedagang adalah infrastruktur pasar dan kebersihan lingkungan.

Fairid menyebutkan, perbaikan drainase, jalan pasar, serta fasilitas penunjang telah masuk dalam agenda prioritas APBD Kota Palangka Raya Tahun 2026. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peninjauan lapangan tetap menjadi hal penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.

“Pasar ini penggerak ekonomi. Kalau lingkungannya kotor, becek, dan tidak nyaman, yang terdampak langsung adalah pedagang dan pembeli,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pola kebersihan Pasar Besar yang selama ini lebih banyak dilakukan pada malam hari. Akibatnya, pada jam operasional padat, kondisi pasar kerap tidak terjaga dengan baik. Fairid pun mengisyaratkan perlunya perubahan pola kerja agar kebersihan pasar dapat terjaga setiap waktu.

“Pasar harus bersih setiap waktu. Itu tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menegaskan gaya kepemimpinan Fairid Naparin yang menitikberatkan kehadiran langsung di lapangan. Awal 2026 pun dibuka dengan pesan bahwa perubahan dan perbaikan kebijakan harus berangkat dari kondisi riil masyarakat, bukan semata dari meja rapat. (Red)

spot_img

Popular Articles