Pontianak | EnterKal – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama TNI Angkatan Darat membahas penguatan ketahanan wilayah berbasis sosial budaya melalui audiensi di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (23/4/2026).
Audiensi tersebut menjadi bagian dari penyusunan dokumen strategis terkait peran TNI AD dalam pembinaan organisasi masyarakat dan lembaga sosial guna mendukung pembangunan nasional.
Sinergi Lintas Sektor
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan wilayah.
“Ketahanan wilayah tidak bisa dibangun sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi lintas sektor, baik dengan TNI, Polri, maupun seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Tantangan Perbatasan dan IPM
Krisantus menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki tantangan pembangunan yang kompleks, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini berada di angka 72,09.
Selain itu, panjangnya wilayah perbatasan dengan negara tetangga menjadi perhatian serius, terutama terkait potensi aktivitas ilegal seperti penyelundupan narkotika.
“Kami menghadapi tantangan pengawasan wilayah perbatasan yang cukup besar. Karena itu, diperlukan dukungan teknologi seperti drone untuk membantu patroli secara lebih efektif,” katanya.
Peran Ormas Jaga Harmoni
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kalbar.
“Organisasi kemasyarakatan harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan, bukan justru memicu konflik,” tegasnya.
Kajian Strategis TNI AD
Sementara itu, Sahli Tingkat III Kasad Bidang Sosial Budaya dan Narkoba, Jamallulael, menyebut Kalimantan Barat sebagai wilayah representatif untuk kajian sosial budaya.
Ia menjelaskan, kajian ini bertujuan mendorong peran organisasi masyarakat sebagai bagian dari kekuatan ketahanan nasional, terutama di tengah keterbatasan personel TNI.
“Hasil dari kajian ini akan menjadi bahan masukan bagi pimpinan TNI AD dalam merumuskan kebijakan strategis di tingkat pusat,” ujarnya.
Perkuat Stabilitas dan Pembangunan
Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara Pemprov Kalbar dan TNI AD semakin kuat dalam membangun ketahanan wilayah, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.




