Palangka Raya | EnterKal – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama jajaran meninjau sekaligus mengunjungi warga terdampak kebakaran permukiman di kawasan Jalan Murjani, Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berjalan sesuai prioritas.
Dalam peninjauan itu, Fairid menegaskan pemerintah kota telah mengerahkan berbagai layanan bagi korban, mulai dari bantuan logistik, pelayanan kesehatan, hingga pengurusan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.
“Prioritas kami saat ini adalah mencukupi kebutuhan harian warga terdampak, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pelayanan administrasi kependudukan melalui Dukcapil. Jadi, warga yang kehilangan KTP, KK dan dokumen lainnya langsung kita bantu,” ujar Fairid.
Siapkan Bantuan Stimulan
Selain penanganan kebutuhan mendesak, Pemerintah Kota Palangka Raya juga menyiapkan bantuan stimulan bagi warga terdampak berdasarkan tingkat kerusakan rumah.
Fairid menjelaskan, bantuan sebesar Rp12 juta akan diberikan kepada pemilik rumah dengan kategori rusak berat, Rp7,5 juta bagi rumah rusak sedang, dan Rp5 juta untuk rumah rusak ringan. Penyaluran bantuan akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku agar tepat sasaran.
Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
Dalam kesempatan tersebut, Fairid juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penyediaan sumber air permanen guna mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di masa mendatang.
Menurutnya, pemerintah membuka peluang pembangunan sumur bor sebagai sumber air, namun pelaksanaannya memerlukan ketersediaan lahan yang akan dikoordinasikan bersama pemerintah kelurahan, kecamatan, serta pengurus RT dan RW.
“Usulan warga terkait penyediaan sumber air, kemungkinan akan kita akomodasi dengan membangun sumur bor. Namun, itu membutuhkan lahan. Nanti lurah, camat, RT dan RW akan berkoordinasi menyiapkan lokasinya. Kalau lahannya sudah siap, pemerintah pasti akan menindaklanjutinya,” katanya.
Koordinasi Penanganan Madrasah
Fairid juga menyinggung bangunan madrasah yang ikut terbakar dalam musibah tersebut. Ia mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama mengingat bangunan tersebut baru selesai direhabilitasi sekitar dua bulan sebelumnya sehingga masih berada dalam proses administrasi dan audit.
Pemerintah, lanjutnya, akan menyelaraskan langkah bersama Kementerian Agama agar proses pemberian bantuan tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
132 Warga Terdampak
Kebakaran yang terjadi pada 12 Juli 2026 sekitar pukul 13.10 WIB menghanguskan puluhan bangunan berbahan kayu, termasuk sebuah madrasah. Musibah tersebut berdampak pada 46 kepala keluarga (132 jiwa) dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Pemerintah Kota Palangka Raya bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat dan pendampingan kepada masyarakat hingga proses pemulihan selesai.
Penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas melalui pemulihan administrasi, layanan kesehatan, serta bantuan stimulan. Di sisi lain, usulan pembangunan sumber air permanen menjadi langkah mitigasi yang dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan permukiman padat. (Red)





