Palangka Raya | EnterKal – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memperhatikan pengelolaan limbah yang dihasilkan.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, menegaskan bahwa pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program sehingga manfaat yang diberikan kepada masyarakat tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.
“Program ini sangat baik untuk masyarakat, namun pengelolaan limbahnya juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” ujar Untung, Rabu (10/6/2026).
Limbah Perlu Dikelola dengan Baik
Menurut Untung, Program MBG memiliki manfaat besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan melalui pengelolaan limbah yang sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas penyediaan makanan dalam program tersebut berpotensi menghasilkan berbagai jenis limbah, baik berupa sisa makanan maupun limbah cair yang berasal dari proses pengolahan dan pencucian peralatan.
Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kualitas sanitasi di sekitar lokasi kegiatan.
SPPG Diminta Patuhi Regulasi
Untung mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya telah memiliki berbagai regulasi yang mengatur baku mutu lingkungan serta standar teknologi pengolahan air limbah.
Regulasi tersebut dapat menjadi pedoman bagi seluruh pengelola kegiatan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dalam melaksanakan program secara bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi tersebut perlu terus ditingkatkan agar setiap pelaksana kegiatan mampu menjalankan operasional sesuai standar lingkungan yang berlaku.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap para pengelola kegiatan dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku, serta mampu menerapkan teknologi pengolahan limbah secara tepat guna,” jelasnya.
Dorong Program Berkelanjutan
Selain penerapan teknologi pengolahan limbah, Untung juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola program, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menilai keberhasilan Program MBG tidak hanya diukur dari aspek pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dari kemampuan pelaksanaannya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui pengelolaan limbah yang baik, Program MBG diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan program pemerintah yang mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Program MBG diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh program yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan,” ujarnya. (Red)





