spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Wadi Khas Kalimantan Tengah Dikembangkan lewat Branding dan Pemasaran Digital

Program pengabdian masyarakat di Pahandut Seberang membekali warga dengan keterampilan produksi, pengemasan, penguatan merek, manajemen usaha, dan pemasaran digital untuk memperluas peluang pasar wadi.

Palangka Raya | EnterKal – Universitas Palangka Raya (UPR) mendorong pengembangan wadi, makanan fermentasi ikan khas Kalimantan Tengah, menjadi produk usaha bernilai ekonomi melalui inovasi kemasan, penguatan merek, dan pemasaran digital. Upaya ini dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar warga Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya.

Program bertajuk “Penguatan Ikon Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal Hasil Fermentasi Ikan (Wadi) Melalui Inovasi Packaging dan Branding” tersebut dipimpin Sri Mujiarti Ulfah, S.Sos., M.AP., bersama anggota tim Dra. Ec. Solikah Nurwati, M.M., Agustina Muliyani, S.E., M.M., dan Indah Nur Oktavia, S.S., M.Si.

Tim tidak hanya memperkenalkan pengolahan produk pangan tradisional, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengembangkan usaha agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

WADI PUNYA PELUANG PASAR

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UPR, Sri Mujiarti Ulfah, mengatakan wadi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha karena merupakan kuliner tradisional yang dikenal dan diminati masyarakat di Palangka Raya.

Menurutnya, pengembangan produk perlu diikuti upaya memperbaiki tampilan kemasan, membangun identitas merek, dan memanfaatkan kanal digital agar produk lebih mudah dipasarkan.

“Fokus kami adalah bagaimana produk pangan tradisional ini tidak hanya dikenal sebagai makanan khas, tetapi juga menjadi sumber penghasilan. Kuncinya ada pada inovasi kemasan, branding yang kuat, dan pemanfaatan digital,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Penguatan aspek tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya tarik wadi sebagai produk pangan lokal.

PELATIHAN PRODUKSI HINGGA PEMASARAN

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti praktik pembuatan wadi dan samu ikan patin. Mereka juga memperoleh materi mengenai literasi digital, strategi pemasaran daring, manajemen usaha, serta cara menentukan harga jual.

Pembekalan harga jual menjadi bagian penting karena pelaku usaha perlu memperhitungkan biaya produksi agar dapat menentukan harga yang sesuai sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan pemasaran online untuk memperluas jangkauan konsumen. Dengan keterampilan tersebut, produk olahan ikan tradisional diharapkan tidak hanya bergantung pada pemasaran secara langsung.

Husna, salah satu peserta, mengaku memperoleh manfaat dari pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan proses pembuatan produk, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran usaha.

“Manfaatnya sangat terasa. Kami tidak hanya diajari cara membuat wadi, tapi juga diajarkan cara menghitung harga jual, mengatur manajemen penjualan, sampai cara menjual secara online,” tuturnya.

KULINER LOKAL SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI

Wadi merupakan salah satu warisan kuliner yang dikenal dalam tradisi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Pengembangan produk ini membuka peluang untuk menghubungkan pelestarian kuliner lokal dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Namun, potensi tersebut perlu didukung pengelolaan usaha yang baik, kemasan yang sesuai, identitas produk yang kuat, serta pemasaran yang mampu menjangkau konsumen.

Melalui program pengabdian ini, UPR mendorong warga Pahandut Seberang memanfaatkan kearifan lokal sebagai peluang usaha. Inovasi diharapkan dapat memperkuat daya saing produk tanpa menghilangkan identitas wadi sebagai bagian dari kekayaan kuliner Kalimantan Tengah. (Red)

Palangka Raya Jadi Kandidat Percontohan Kota Antikorupsi 2026, Fairid Naparin Tegaskan Komitmen Integritas

Pemerintah Kota Palangka Raya menggelar rapat koordinasi terkait pembentukan Palangka Raya sebagai calon percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi Tahun Anggaran 2026 di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (10/3/2026).

Mengenal Tugas dan Fungsi Kementerian P2MI

Berikut ini #sobatmigran dapat melihat transformasi kelembagaan serta pelaksanaan...

Pemkab Barsel Salurkan Bansos Bagi Warga Terdampak Banjir Barito Di Dua Kecamatan

BUNTOK – Sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir yang melanda...

Layanan Kesehatan Jadi Prioritas Palangka Raya dalam Penilaian Kota Antikorupsi KPK

Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat tata kelola layanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses sebagai bagian dari pemenuhan indikator Kota Antikorupsi yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Seruyan Lepas Pawai Ta’aruf, Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijrah

Pemerintah Kabupaten Seruyan bersama BKPRMI menggelar Pawai Ta’aruf menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Bupati Ahmad Selanorwanda mengajak masyarakat menjadikan momentum hijrah sebagai inspirasi untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas diri, dan mendukung pembangunan daerah.

KemenP2MI Gandeng Pemkab Kobar dan Kampus, Perkuat Pelindungan PMI

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, Universitas Antakusuma, dan STIKes Borneo Cendekia Medika, Selasa (7/4/2026).

PLN NP Resmikan HRS Merah Putih 3.0, Incar Industri Hidrogen 15 GW di Papua

Pengoperasian fasilitas stasiun pengisian hidrogen ketiga di Muara Tawar menjadi pijakan PLN Nusantara Power dalam menguji teknologi dan menyiapkan ekosistem energi bersih nasional yang ditargetkan matang dalam kurun lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Polisi Koordinasi dengan Imigrasi dan Kedubes Irak Terkait Tersangka Pembunuhan Dwintha Anggary

Kepolisian akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kedutaan Besar Irak terkait penanganan kasus pembunuhan Dwintha Anggary, cucu almarhumah Mpok Nori. Tersangka dalam kasus ini, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, diketahui merupakan warga negara Irak.

Fairid Naparin Satu-satunya Kepala Daerah dari Kalteng Terpilih Ikuti KPPD Lemhannas 2025

“Beberapa waktu lalu saya menerima surat pemanggilan dari Lemhannas RI untuk mengikuti kegiatan KPPD ini. Saya bangga terpilih dalam program ini karena memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan, serta belajar langsung dari para pemimpin dan pakar nasional maupun internasional”

Menteri P2MI Mukhtarudin Lepas 12 PMI Ahli ke Industri Dirgantara Korea

Jakarta Selatan | EnterKal – Menteri Perlindungan Pekerja Migran...

Popular Articles