spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Menkopolkam Tinjau Karhutla di Kalteng, Pemprov Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Kemarau

Kunjungan kerja Menkopolkam ke Kalimantan Tengah difokuskan untuk memantau kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan, di tengah meningkatnya potensi karhutla menjelang puncak musim kemarau dan terdeteksinya ratusan titik panas di wilayah tersebut.

Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat koordinasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang puncak musim kemarau 2026. Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago ke Kalimantan Tengah, Jumat (31/7/2026).

Menkopolkam disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sebelum melanjutkan agenda pemantauan ke Posko Karhutla Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kesiapan penanganan Karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Puncak Kemarau

Sebelum kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menggelar Rapat Koordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026). Pertemuan itu membahas kondisi terkini Karhutla sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi puncak musim kemarau.

Gubernur Agustiar Sabran menilai curah hujan yang masih terjadi pada penghujung Juli menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kesiapan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla sebelum memasuki periode kemarau yang diperkirakan semakin kering.

“Hujan yang turun saat ini adalah water break atau jeda waktu yang harus kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk memantapkan kesiapsiagaan Satgas. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus dan September, bahkan bisa berlanjut hingga November. Untuk itu, Pemprov Kalteng telah resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla hingga 31 Oktober 2026,” tegas Agustiar Sabran.

Menurutnya, kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar respons terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Minta Daerah Bergerak Lebih Cepat

Agustiar juga menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Kalimantan Tengah agar segera mengambil langkah sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota tidak menunda penetapan Status Siaga Darurat apabila diperlukan serta memastikan dukungan anggaran operasional tersedia.

“Saya minta para bupati dan wali kota jangan lambat bergerak. Jangan ragu menetapkan Status Siaga Darurat dan segera menggeser anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) ke perangkat daerah terkait untuk kelancaran operasional pemadaman, BBM, hingga konsumsi personel,” pungkasnya.

Gubernur menegaskan bahwa setiap keputusan harus diambil secara cepat melalui koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

107 Hotspot Jadi Perhatian

Berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, terdapat 107 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah. Kabupaten Pulang Pisau mencatat jumlah hotspot terbanyak, yakni 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.

Meski pemantauan citra satelit belum menunjukkan sebaran asap, kondisi lahan yang semakin kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Prakiraan cuaca hingga awal Agustus yang didominasi kondisi cerah berawan dengan peluang hujan yang rendah juga menjadi perhatian dalam penyusunan langkah antisipasi.

Kunjungan Menkopolkam ke Kalimantan Tengah diharapkan semakin memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla. Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, diharapkan potensi kebakaran dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan. (Red)

Rapimnas AMPI Tetapkan Munas 29 September, DPD Sulsel Soroti Mekanisme

Rapimnas AMPI menetapkan Munas X tetap berlangsung pada 29 September 2026. DPD AMPI Sulawesi Selatan mempersoalkan urutan tahapan pencalonan, sementara panitia menyatakan pendaftaran bakal calon berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Menteri P2MI Mukhtarudin Apresiasi Capaian Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: “Luar Biasa dan Inklusif”

“Sebagai bagian dari pemerintahan yang baru berusia satu tahun, saya bangga melihat bagaimana Presiden Prabowo telah mewujudkan janji kampanye secara nyata. Dari swasembada pangan hingga peningkatan investasi, semuanya mendukung pemberdayaan PMI sebagai pahlawan devisa kita”

Bupati Kobar Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Konservasi Dunia Birutė Mary Galdikas

Pangkalan Bun | EnterKal — Bupati Kotawaringin Barat (Kobar)...

Ketua DPRD Palangka Raya Ikuti KPPD Lemhannas di Magelang

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia.

Pemkab Lamandau Mediasi Warga dan Perusahaan Soal Kewajiban Plasma 20 Persen

Pemerintah Kabupaten Lamandau memfasilitasi dialog antara warga Desa Batu Kotam dan pihak perusahaan PT Menthobi Makmur Lestari (MMaL) terkait kewajiban plasma 20 persen, Selasa (15/4/2026).

Tabligh Akbar Isra Mi’raj di Polda Kalteng, Gubernur Tekankan Spiritualitas dan Persatuan dalam Semangat Huma Betang

“Peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar mengenang perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, namun menjadi momentum spiritual untuk memperkuat keimanan, serta meneguhkan kembali kewajiban shalat sebagai tiang agama dan sarana pembentukan pribadi yang berakhlakul karimah"

Untung Sutrisno: Pengendalian Karhutla Tak Cukup Saat Api Sudah Terjadi

Perda Kota Palangka Raya Nomor 2 Tahun 2026 menggantikan aturan 2003 dan mengatur pengendalian karhutla secara menyeluruh, termasuk pencegahan, pemadaman, pascakarhutla, pendanaan, pengawasan, hingga sanksi.

KemenP2MI–UNPRI Teken MoU, Siapkan Migran Center Terpadu

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Prima Indonesia di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbasis pendidikan.

Wawali Palangka Raya Tegaskan WFH ASN Tidak Berlaku Menyeluruh

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota tidak diberlakukan secara menyeluruh.

Gubernur Kalteng Hadiri Pengajian Ramadan Muhammadiyah, Tekankan Kolaborasi dan Penguatan SDM

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menghadiri Pengajian Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama di Masjid Darul Arqam Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Sabtu (21/2/2026) malam.

Popular Articles