spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Pemkot Pontianak Gunakan Kajian Aktuaria Hitung Dampak Banjir

Palangka Raya | EnterKal — Pemerintah Kota Pontianak mulai menerapkan langkah strategis berbasis data dengan menghitung kerugian dan kerusakan finansial akibat banjir melalui kajian aktuaria. Langkah ini diambil mengingat karakter geografis Kota Pontianak yang berada di wilayah dataran rendah serta sangat dipengaruhi pasang surut Sungai Kapuas dan air laut.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sepanjang Januari 2026 Kota Pontianak menghadapi dua kali pasang tertinggi. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian air bahkan mencapai hingga dua meter di atas permukaan rata-rata.

“Beberapa kawasan terdampak cukup serius. Air tidak hanya menggenangi badan jalan, tetapi juga masuk ke rumah warga. Kondisi ini menimbulkan kerusakan material, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan menyebabkan sebagian warga harus mengungsi,” ujar Edi saat membuka Kick Off Kajian Perhitungan Aktuaria untuk Kerugian dan Kerusakan Finansial Akibat Banjir di Kota Pontianak, di Hotel Mercure, Kamis (15/1/2026).

Kajian tersebut didanai melalui program FINCAPES dari Universitas Waterloo, Kanada, bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada. Menurut Edi, banjir dan pasang rob yang rutin terjadi setiap tahun berdampak langsung terhadap infrastruktur jalan, bangunan, serta rumah tinggal masyarakat, khususnya di kawasan bantaran Sungai Kapuas.

Melalui kajian aktuaria ini, pemerintah kota berharap dapat memetakan besaran kerugian secara komprehensif dan menjadikannya sebagai dasar perumusan kebijakan mitigasi banjir yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Selama ini, Pemkot Pontianak telah melakukan berbagai upaya mitigasi jangka pendek, antara lain peninggian ruas jalan, pelebaran dan pemeliharaan saluran drainase, pembersihan parit secara rutin, serta penerapan sistem pompanisasi untuk mempercepat aliran air menuju Sungai Kapuas. Namun, kondisi topografi Pontianak yang relatif datar membuat aliran air sangat bergantung pada tinggi muka air sungai.

“Perubahan iklim, kenaikan muka air laut, kerusakan daerah hulu, sedimentasi sungai, hingga pesatnya pembangunan di wilayah sekitar seperti Kubu Raya dan Mempawah turut memengaruhi pola aliran air ke Pontianak. Persoalan ini tidak bisa ditangani oleh kota sendiri dan memerlukan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Edi berharap hasil kajian aktuaria ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga kementerian terkait dalam perencanaan jangka panjang penanganan banjir, termasuk opsi pembangunan infrastruktur berskala besar. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak mempersempit saluran drainase.

“Harapan kami, kajian ini menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan realistis untuk mengurangi risiko dan kerugian akibat banjir di Kota Pontianak ke depan,” pungkasnya. (Red)

Pemkot Palangka Raya Gelar Seminar Akhir Analisis Kebijakan Pengelolaan Pasar Modern

“Pasar Kahayan bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus diarahkan menjadi lebih modern dan tertata, tanpa meninggalkan ruh pasar rakyat"

Fairid Serahkan LKPD 2025, Targetkan Pemko Palangka Raya Raih WTP

Penyampaian laporan keuangan disebut sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah

Wawali Palangka Raya Tegaskan WFH ASN Tidak Berlaku Menyeluruh

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota tidak diberlakukan secara menyeluruh.

Menhaj Temukan Kekurangan Kapasitas Tenda Jemaah Indonesia di Arafah

Pemerintah pastikan seluruh jemaah mendapatkan tempat layak saat puncak ibadah haji di Armuzna

Program Sorgum Palangka Raya Jadi Contoh Ketahanan Pangan Nasional

“Melalui program SOFOOD MAPAN, kami ingin membuktikan bahwa Palangka Raya siap menjadi pelopor dalam ketahanan pangan masa depan”

Pengamat Sebut Kemajuan Teknologi Rudal Iran Diduga Terkait Pengembangan Nuklir Modern

Perkembangan geopolitik dan militer global saat ini menunjukkan bahwa teknologi nuklir masih menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kekuatan strategis suatu negara. Salah satu fenomena yang mendapat perhatian adalah kemampuan rudal Iran yang dinilai memiliki kecepatan serta daya hancur tinggi.

Indonesia Target Stop Impor Solar 1 Juli 2026, B50 Diberlakukan

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Indonesia akan menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan biodiesel 50 persen (B50) berbasis sawit.

Fairid Apresiasi Pekan Muharram, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Pekan Muharram 1448 Hijriah menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi yang memperkuat kepedulian masyarakat sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan warga.

PLN Mulai GAES PDKB 2026 di Palangka Raya, Jaga Keandalan Listrik Jelang Ramadan

“Listrik merupakan urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah. Karena itu, kami sangat mengapresiasi PLN yang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui kegiatan ini”

1 Suro dan Jumat Kliwon Kembali Bertepatan Setelah 8 Tahun, Tahun Dal Dianggap Istimewa

“1 Suro dan Jumat Kliwon baru akan bersamaan lagi itu 8 tahun lagi, itu sudah ditentukan di Penanggalan Sultan Agungan, itu sudah pasti”

Popular Articles