spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Pakar Ingatkan Risiko Gempa di Kalimantan, Sesar Adang Jadi Sorotan

Kalimantan | EnterKal — Sejumlah pakar seismologi mengingatkan bahwa wilayah Kalimantan tidak sepenuhnya bebas dari risiko gempa bumi, menyusul guncangan berkekuatan magnitudo 5,0 yang terjadi di Kayan Hilir, Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (13/3/2026).

Gempa tersebut dirasakan hingga sejumlah wilayah lain seperti Sintang, Melawi, Sanggau, Katingan, hingga sebagian Kalimantan Tengah, sekaligus mematahkan anggapan bahwa Kalimantan relatif aman dari aktivitas kegempaan.

Frekuensi Rendah, Tapi Bukan Tanpa Risiko

Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN), Daryono, menegaskan bahwa meskipun aktivitas gempa di Kalimantan lebih rendah dibandingkan wilayah lain seperti Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, bukan berarti kawasan ini steril dari gempa.

“Rendahnya frekuensi gempa tidak berarti wilayah ini sepenuhnya bebas dari aktivitas tektonik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, gempa di Kalimantan umumnya berasal dari sesar lokal dengan kedalaman dangkal, yang meskipun magnitudonya tidak besar, tetap berpotensi menimbulkan guncangan signifikan di wilayah sekitar episenter.

Sesar Adang Jadi Sumber Gempa

Daryono menyebut salah satu sumber gempa yang perlu diwaspadai adalah Sesar Adang, yang diduga menjadi pemicu gempa di Sintang.

Sesar ini merupakan struktur patahan regional yang membentang dari Teluk Adang di Kalimantan Timur, melintasi pedalaman hingga wilayah Sintang, Sekadau, dan Sanggau, lalu berlanjut ke perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia.

Namun, status Sesar Adang dikategorikan sebagai sesar tua yang berkembang sejak periode Tersier, sehingga tidak seaktif sesar-sesar besar di wilayah lain Indonesia.

“Karakter gempa dari sesar lokal seperti ini umumnya bermagnitudo lebih kecil, tetapi dangkal sehingga guncangannya bisa terasa kuat di sekitar sumber,” jelasnya.

Dua Teori Jalur Sesar

Terkait struktur Sesar Adang, terdapat dua interpretasi ilmiah:

  1. Jalur sesar merupakan sistem kontinu yang memanjang dari Laut China Selatan hingga Sulawesi
  2. Sesar Adang tidak tersambung dengan jalur Lupar di Kalimantan Barat karena belum ada bukti geologi yang kuat

Meski demikian, aktivitas gempa kecil hingga menengah yang terjadi di Kalimantan Barat dinilai berkaitan dengan keberadaan sesar tersebut.

Perlu Mitigasi Berbasis Risiko

Daryono menekankan pentingnya pendekatan mitigasi bencana, terutama seiring berkembangnya kawasan permukiman, industri, dan infrastruktur di Kalimantan.

Menurutnya, ancaman gempa di Kalimantan memang bersifat lokal dan sporadis, bukan gempa besar seperti di zona megathrust. Namun tetap memerlukan kewaspadaan.

“Kesadaran terhadap potensi gempa lokal ini menjadi bagian penting dalam membangun Kalimantan yang aman dan tangguh terhadap bencana,” tegasnya.

Posisi Geologi Kalimantan

Secara geologis, Kalimantan berada di interior Paparan Sunda, jauh dari batas pertemuan lempeng aktif seperti di Sumatera dan Jawa. Kondisi ini membuat aktivitas tektonik di wilayah tersebut relatif lebih stabil.

Namun, Daryono mengingatkan bahwa struktur patahan lama tetap dapat aktif kembali (reaktivasi) akibat tekanan regional di kerak bumi.

Dengan demikian, stabilitas Kalimantan bersifat relatif, bukan absolut, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan dalam perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana di wilayah tersebut.

Gugatan LCC Empat Pilar Bergulir ke Pengadilan

Advokat David Tobing menilai juri dan MC tidak profesional dalam penilaian lomba yang menyeret nama SMAN 1 Pontianak

Bupati Heriyus Resmi Lepas 120 Kafilah Murung Raya untuk MTQH XXXIII Kalteng 2025

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Murung Raya, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintahan, khususnya LPTQ Kabupaten Murung Raya yang telah bekerja keras melakukan pembinaan. Terima kasih juga kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya"

Menkeu: Defisit APBN 2025 Capai 2,92 Persen PDB, Stimulus Dipilih untuk Cegah Ekonomi Terpuruk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai 2,92 persen atau Rp 695,1 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kebijakan tersebut, menurutnya, diambil sebagai langkah strategis untuk membalikkan arah perlambatan ekonomi nasional.

Akademisi UIN Palangka Raya Dr. Tri Hidayati Tekankan Peran Partai Politik dan Etika Demokrasi

“Dalam negara demokratis modern, partai politik adalah keniscayaan yang memiliki fungsi pendidikan politik, rekrutmen kepemimpinan, serta agregasi kepentingan rakyat"

Pemprov Kalteng Buka Layanan Pengaduan KHBS, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) membuka layanan pengaduan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai upaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program.

Wali Kota Hadiri Kick Off SERAMBI dan GPM, Respons Inflasi 4,61 Persen Jelang Ramadan

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menghadiri Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (19/2/2026).

Pemkot Palangka Raya Gelar Seminar Awal Analisis Kebijakan Pengelolaan Pasar Modern

“Pasar modern harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling menguatkan. Kami ingin kehadirannya mampu mendorong tumbuhnya ekonomi daerah tanpa mematikan pasar tradisional dan UMKM"

Bahlil: Hilirisasi Nikel Dongkrak Ekspor hingga 10 Kali Lipat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan hilirisasi, khususnya di sektor nikel, menjadi motor utama peningkatan nilai tambah ekonomi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri baru.

Wali Kota Fairid Sambut Menteri P2MI, Siap Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Calon Pekerja Migran

“Kedatangan Menteri P2MI Pak Mukhtarudin ini tentu sangat positif dalam rangka meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah"

Fairid Naparin: Hari Jadi ke-60 Momentum Bangun Budaya Perubahan

“Kita harus menjadikan momen peringatan hari jadi ini sebagai titik tolak lahirnya budaya perubahan. Kita harus terus berubah untuk menjadi lebih baik, bahkan menjadi yang terbaik”

Popular Articles