Jakarta | EnterKal — Harga emas kembali menguat pada perdagangan Rabu (4/2/2026) pagi, setelah sempat terkoreksi tajam pada pekan lalu. Rebound ini terjadi di tengah peringatan analis bahwa kenaikan harga emas sebelumnya berlangsung terlalu cepat dan berpotensi memicu koreksi jangka pendek.
Berdasarkan data Commodity Exchange, pukul 07.38 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 tercatat di level US$5.004,10 per ons troi, naik 1,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi US$4.935 per ons troi.
Penguatan tersebut menandai rebound harga emas setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, sejumlah pengamat pasar menilai pergerakan harga emas masih rentan terhadap koreksi lanjutan.
Analis UBS AG, Joni Teves, menilai koreksi justru dapat memberikan dampak positif bagi pasar dalam jangka panjang.
“Kami pikir koreksi akan bermanfaat bagi pasar dalam jangka panjang,” kata Teves, seperti dikutip Bloomberg.
Menurutnya, fase koreksi dapat menjadi momentum bagi investor untuk menyusun strategi investasi jangka panjang dengan tingkat harga masuk yang lebih menarik.
“Periode ini seharusnya memberikan kesempatan kepada investor untuk membangun posisi strategis jangka panjang pada tingkat harga masuk yang lebih menarik,” jelasnya dalam sebuah catatan riset.
Di sisi lain, sentimen jangka menengah hingga panjang terhadap emas masih relatif positif. Sejumlah bank global tetap mendukung prospek kenaikan harga logam mulia tersebut.
Deutsche Bank AG menyatakan tetap mempertahankan proyeksinya bahwa harga emas batangan berpotensi melanjutkan penguatan dan menembus level US$6.000 per ons troi.
Dengan kombinasi antara rebound harga dan potensi koreksi, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati dinamika global, termasuk kebijakan bank sentral dan pergerakan pasar keuangan internasional, yang menjadi faktor utama penggerak harga emas ke depan.







