spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Ketegangan Iran–AS Picu Kekhawatiran Global, Pemerintah dan BI Perketat Pengawasan Ekonomi

JAKARTA | EnterKal — Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah kembali memicu ketidakpastian global. Ketegangan yang turut menyeret Israel dan mengancam jalur strategis seperti Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia dan stabilitas pasar keuangan internasional.

Merespons dinamika tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) memperketat pengawasan terhadap stabilitas ekonomi domestik. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tekanan terhadap harga energi, rantai pasok logistik, sektor pariwisata, hingga nilai tukar rupiah.

Tiga Sektor Paling Rentan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut ada tiga sektor utama yang paling rentan terdampak gejolak di kawasan tersebut, yakni energi, transportasi-logistik, dan pariwisata.

“Ya pertama yang terganggu kan pasti supply minyak, yang kedua transportasi logistik, dan yang ketiga tentunya kita melihat tourism akan sangat terganggu… dan supply minyak itu karena Selat Hormuz kan terganggu, belum juga Red Sea,” ujar Airlangga, dikutip Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, potensi penutupan atau gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak serius terhadap distribusi energi global. Pemerintah, kata dia, telah mengantisipasi risiko tersebut dengan mengamankan pasokan minyak dari luar kawasan Timur Tengah.

“Pemerintah telah mengamankan pasokan minyak dari luar kawasan Timur Tengah, seperti Amerika Serikat (AS). Hal ini sejalan dengan Pertamina sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan energi raksasa asal AS, seperti Chevron dan Exxon guna memastikan stok dalam negeri aman,” tambahnya.

BI Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas

Dari sisi moneter, Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi di tengah tekanan global terhadap mata uang negara berkembang.

Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menyatakan otoritas moneter terus berada di pasar untuk memastikan gejolak eksternal tidak menimbulkan volatilitas berlebihan.

“Komitmen Bank Indonesia tetap menjaga stabilitas. Itu saya garis bawahi dan kami terus berada di pasar untuk memastikan stabilitas nilai tukar terjaga, termasuk juga tentang inflasi. Kami memantau tiga jalur utama, yakni harga komoditas global, pasar keuangan, dan volume perdagangan internasional,” tegasnya.

BI memandang transmisi tekanan global dapat terjadi melalui kenaikan harga komoditas, arus modal di pasar keuangan, serta perlambatan perdagangan internasional.

Mitigasi Jadi Prioritas 2026

Pemerintah menegaskan stabilitas energi dan moneter menjadi prioritas utama sepanjang 2026. Koordinasi lintas kementerian dan otoritas moneter terus diperkuat guna meminimalkan dampak guncangan eksternal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan langkah mitigasi tersebut, pemerintah berharap tekanan global akibat konflik geopolitik tidak berkembang menjadi risiko sistemik bagi perekonomian domestik. (Red)

Disdik Palangka Raya Atur Pembelajaran Ramadan, Perkuat Budi Pekerti dan Ibadah

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyatakan pihaknya telah menetapkan pengaturan pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah bagi satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.

Gubernur Kalteng Sambut Kunjungan Menteri Desa, Bahas Percepatan Pembangunan Perdesaan

“Kunjungan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan pembangunan desa yang berkelanjutan di Kalteng, selaras dengan semangat Kalteng Maju, Kalteng Berkah”

BBM Nonsubsidi Naik, Ekonomi Kalteng Berpotensi Tertekan

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 18 April 2026 berpotensi membebani perekonomian Kalimantan Tengah. Lonjakan biaya logistik diperkirakan akan mendorong kenaikan harga bahan pokok serta menekan daya beli masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Permintaan Emas Diproyeksi Meningkat Jelang Idulfitri, THR Dorong Minat Investasi Rumah Tangga

Permintaan emas di Indonesia diproyeksikan meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring bertambahnya likuiditas masyarakat akibat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Achmad Zaini Tekankan Pentingnya Manajemen Talenta ASN di Lingkungan Pemko Palangka Raya

“Kita harus mampu menempatkan ASN sesuai kompetensi dan potensinya. Talenta-talenta unggul harus diberikan ruang untuk berkembang agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan daerah"

KP2MI dan KPU Perkuat Hak Pilih Pekerja Migran Indonesia

Kerja sama difokuskan pada sinkronisasi data pemilih luar negeri dan perlindungan hak konstitusional PMI menuju Pemilu 2029

Hadiri Launching E-Pahari dan EDC Bank Kalteng, Fairid Dorong Digitalisasi Transaksi Pemda Palangka Raya

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri kegiatan launching E-Pahari dan Electronic Data Capture (EDC) Bank Kalteng yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Kalimantan Tengah serta Kick Off Mini Champion TP2DD Kalteng.

Sugiyanto Resmi Dilantik sebagai Ketua PBSI Kalteng

PBSI pusat mendorong penguatan pembinaan atlet usia dini menuju Porprov, Pra PON, hingga PON 2028

Sultan Kotawaringin XV, P.R Alidin Sokma Alamsyah Wafat di Usia 81 Tahun

“Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh juriat juriah, kerabat Kesultanan Kotawaringin, serta masyarakat Kotawaringin Barat khususnya, apabila selama hidup almarhum ada hal-hal yang kurang berkenan di hati”

Wali Kota Hadiri Kick Off SERAMBI dan GPM, Respons Inflasi 4,61 Persen Jelang Ramadan

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menghadiri Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (19/2/2026).

Popular Articles