Palangka Raya | EnterKal – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kementerian Pertanian RI menandatangani Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi dan Magang Mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Kalimantan Tengah, Selasa malam (12/5/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah tersebut menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.
Menurutnya, nota kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program prioritas nasional di bidang pangan.
“Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat SDM pertanian di Kalimantan Tengah,” tutur Gubernur.
Fokus Cetak Sawah dan SDM Pertanian
Agustiar menegaskan pembangunan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan dukungan lahan dan infrastruktur, tetapi juga tenaga kerja yang unggul, adaptif, dan profesional.
Melalui kerja sama pendidikan vokasi tersebut, pemerintah berharap lahir SDM pertanian yang mampu mendukung program cetak sawah, pengembangan Brigade Pangan modern, hingga penguatan praktik lapangan bagi mahasiswa.
“Dengan SDM unggul, pertanian kita akan maju, ketahanan pangan tercipta, dan masyarakat Kalimantan Tengah akan semakin sejahtera,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui implementasi nyata di lapangan.
Target Cetak Sawah Capai 40 Ribu Hektare
Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Hermanto mengatakan program tersebut difokuskan mendukung optimalisasi cetak sawah di Kalimantan Tengah.
Ia menyebutkan pada 2025 progres konstruksi cetak sawah ditargetkan mencapai sekitar 30 ribu hektare, sedangkan pada 2026 ditargetkan sekitar 10 ribu hektare.
“Kami berharap lahan sawah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Salah satu terobosan dari Bapak Gubernur adalah pengembangan pendidikan vokasi, sehingga lahan sawah dapat menjadi lokasi praktik langsung bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Mahasiswa Dibekali Teknologi Pertanian Modern
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI Idha Widi Arsanti menilai program pendidikan vokasi tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda daerah untuk terlibat dalam pengembangan pertanian lahan rawa.
Menurutnya, peserta nantinya akan dibekali kemampuan budidaya, agribisnis, mekanisasi pertanian, hingga pengelolaan keuangan dan pemasaran modern.
“Melalui pendidikan vokasi ini, masyarakat akan dibekali kemampuan budidaya, agribisnis, mekanisasi pertanian, hingga pengelolaan keuangan dan pemasaran modern,” jelasnya.
Ia menambahkan peserta juga akan mendapatkan keterampilan penggunaan alat dan mesin pertanian modern seperti drone pertanian dan combine harvester.
“Dengan kompetensi tersebut, lulusan diharapkan mampu langsung terjun mendukung program optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di Kalimantan Tengah,” katanya.
Kampus Siapkan Pertanian Berbasis Teknologi
Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Muhammad Yusuf mengatakan pihak kampus siap mendukung program tersebut melalui pendidikan pertanian berbasis teknologi modern.
“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih praktis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian, seperti penggunaan drone dan inovasi digital lainnya,” tuturnya.
Program pendidikan vokasi tersebut nantinya akan dikelola oleh Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya di bawah binaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.
Kegiatan itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, kepala perangkat daerah, dan sejumlah instansi vertikal terkait. (Red)





