EnterKal — Harga saham Allbirds melonjak tajam setelah perusahaan mengumumkan perubahan model bisnis dari produsen sepatu menjadi penyedia infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Dalam perdagangan Selasa (16/4/2026), saham Allbirds naik dari sekitar US$3 menjadi US$17 per lembar, atau hampir enam kali lipat. Lonjakan ini mendorong valuasi perusahaan dari US$21 juta menjadi US$148 juta, meningkat sekitar 582 persen.
Pivot ke Infrastruktur AI
Kenaikan saham dipicu pengumuman strategi baru perusahaan yang akan fokus pada penyediaan infrastruktur komputasi AI. Allbirds juga mengganti nama menjadi NewBird AI sebagai bagian dari transformasi tersebut.
Perusahaan menyatakan akan membeli perangkat komputasi AI berkinerja tinggi dan menawarkan aksesnya melalui skema sewa jangka panjang.
Langkah ini menyasar kebutuhan pasar yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh layanan hyperscaler dan pasar komputasi AI saat ini.
Dari Sepatu Ramah Lingkungan ke Teknologi
Allbirds didirikan pada 2015 oleh Tim Brown dan Joey Zwillinger dengan fokus pada sepatu berbahan alami seperti wol merino.
Perusahaan sempat meraih popularitas tinggi, terutama di kalangan pekerja teknologi, dan melantai di bursa melalui IPO pada 2021 dengan valuasi mencapai US$4 miliar.
Namun, tren pasar yang berubah membuat kinerja bisnis menurun. Dalam periode 2022–2025, penjualan turun hampir 50 persen dari US$298 juta menjadi US$152 juta.
Jual Aset dan Ikuti Tren AI
Sebelumnya, Allbirds juga telah menjual seluruh asetnya kepada American Exchange Group senilai US$39 juta.
Transformasi ke sektor AI dinilai sebagai upaya bertahan sekaligus memanfaatkan tren teknologi global yang berkembang pesat sejak kemunculan ChatGPT pada 2022.
Perubahan drastis ini menunjukkan bagaimana perusahaan dapat melakukan pivot ekstrem untuk bertahan di tengah tekanan bisnis, sekaligus menegaskan kuatnya daya tarik sektor AI bagi investor global.







