spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Kemenko PMK dan Kementerian Kebudayaan Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat di Kaltim

Kemenko PMK bersama Kementerian Kebudayaan mendorong pemajuan kebudayaan yang tidak hanya berfokus pada pelestarian, tetapi juga mampu memperkuat karakter bangsa, melindungi masyarakat adat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Samarinda | EnterKal – Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Warsito, menegaskan bahwa pembangunan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Kemenko PMK bersama Kementerian Kebudayaan ke Samarinda, Senin (8/6/2026), dalam rangka memperkuat sinergi pemajuan kebudayaan, perlindungan masyarakat adat, serta pengembangan infrastruktur kebudayaan yang mendukung pembangunan karakter dan jati diri bangsa.

Menurut Warsito, kebudayaan harus menjadi fondasi dalam memperkuat karakter bangsa sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelestarian budaya berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bahas Penguatan Masyarakat Adat dan Warisan Budaya

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri jajaran Kemenko PMK dan Kementerian Kebudayaan, termasuk Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktur Sejarah dan Permuseuman, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV.

Rombongan diterima oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang terdiri atas Plt Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Pariwisata, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perwakilan Badan Pendapatan Daerah.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan perlindungan masyarakat adat, peningkatan capaian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK), pengembangan warisan budaya, hingga penguatan kontribusi sektor budaya terhadap perekonomian daerah.

Ekonomi Budaya Masih Jadi Tantangan

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masih rendahnya dimensi ekonomi budaya dalam Indeks Pembangunan Kebudayaan Kalimantan Timur.

Warsito menilai pemajuan kebudayaan perlu dilakukan secara lebih terpadu agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi tanpa mengurangi fungsi pelestariannya.

Menurutnya, kebudayaan tidak boleh hanya dipandang sebagai aset historis dan identitas daerah, tetapi juga sebagai sumber daya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat.

Terminal Lama Sepinggan Diusulkan Jadi Museum Etnografi Dayak

Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebudayaan juga memaparkan rencana pemanfaatan terminal lama Bandara Sepinggan sebagai museum budaya.

Museum yang dirancang sebagai Museum Etnografi Dayak itu diharapkan menjadi pusat edukasi, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata budaya yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Dayak kepada publik.

Selain menjadi ruang penyimpanan koleksi budaya, museum tersebut diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran lintas generasi serta memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur di tengah perkembangan pembangunan dan modernisasi.

Kaltim Miliki 64 Warisan Budaya Takbenda Nasional

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menyampaikan bahwa hingga tahun 2026, Kalimantan Timur telah memiliki 64 Warisan Budaya Takbenda yang ditetapkan secara nasional.

Selain itu, pemerintah daerah saat ini juga tengah mengusulkan tambahan 33 Warisan Budaya Takbenda untuk mendapatkan pengakuan nasional. Sejumlah objek budaya lainnya juga sedang diusulkan menjadi cagar budaya peringkat nasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program pemajuan kebudayaan, termasuk pengembangan museum, pelestarian warisan budaya, dan penguatan perlindungan masyarakat adat.

Kebudayaan dan Masyarakat Adat Harus Dilindungi

Menutup pertemuan, Warsito menegaskan bahwa pengembangan Museum Etnografi Dayak dan penguatan perlindungan masyarakat adat merupakan langkah strategis untuk menjaga identitas budaya bangsa.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi, ruang dialog antargenerasi, dan sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Pada saat yang sama, perlindungan masyarakat adat harus menjadi bagian penting dalam pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Kemenko PMK, Kementerian Kebudayaan, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pemajuan kebudayaan, perlindungan masyarakat adat, serta pembangunan ekosistem budaya yang mendukung penguatan karakter dan jati diri bangsa. (Red)

Ngopi Bareng Partai Golkar, Subandi Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik

“Pendidikan politik menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajibannya sebagai warga negara"

Menteri P2MI Tegaskan Arahan Presiden Prabowo: Program Vokasi Migran Masif Mulai 2026

“Ini untuk memastikan Indonesia memasuki era penempatan pekerja migran berbasis keterampilan menengah dan tinggi. Fokus kita bukan lagi kuantitas, melainkan kualitas"

MSAK Laporkan Eks Pj Kades Baung ke Kejari Seruyan

Masyarakat Seruyan Anti Korupsi (MSAK) resmi melaporkan mantan Penjabat (Pj) Kepala Desa Baung berinisial H.E ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Seruyan, Selasa (12/5/2026).

Bupati Seruyan Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-XXIX: Tegaskan Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

“Tema ini merupakan refleksi atas pentingnya hubungan yang harmonis dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyongsong masa depan Indonesia”

Mukhtarudin Terima Gelar Kehormatan “Tun Perak” dari Yang di-Pertua Negeri Melaka Merangkap Presiden DMDI

“Dengan gelar ini, saya semakin termotivasi untuk berkhidmat kepada bangsa dan agama. Tun Perak adalah simbol kepemimpinan bijaksana, dan saya akan jadikan itu sebagai panduan”

Gubernur Tegaskan KHBS Prioritas di Tengah Penurunan APBD, Sinergi Daerah Jadi Kunci

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan komitmennya memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui implementasi Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dalam Rapat Sosialisasi yang digelar di Istana Isen Mulang, Rabu (25/2/2026).

DPRD Mura Gelar Paripurna Bahas Empat Agenda Utama

“Rancangan pendapatan dan belanja daerah bukan hanya dokumen administrasi, tetapi mencerminkan komitmen kita untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah. Di dalamnya terkandung aspirasi seluruh masyarakat yang menitipkan masa depan daerah ini di tangan kita"

James Webb Menemukan Galaksi Tertua, Hanya 280 Juta Tahun Setelah Big Bang

Dalam terobosan astronomi besar, Teleskop Luar Angkasa James Webb...

PUPR Palangka Raya Percepat Penanganan Jalan Lele, Sisa 200 Meter Dituntaskan Tahun Ini

Dinas PUPR Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya mempercepat penyelesaian ruas Jalan Lele yang masih menyisakan sekitar 200 meter segmen belum rampung. Penanganan dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama setelah terjadinya kecelakaan di kawasan tersebut.

Kejari Seruyan Berhasil Ungkap Dugaan Tindak Korupsi di Dinas Perikanan Seruyan

Penyidik telah memeriksa sekitar 90 saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap dugaan fee, mark-up, serta aliran dana dalam program hibah perikanan yang pagu anggarannya sekitar Rp13,1 miliar.

Popular Articles