spot_imgspot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Top EnterKal

spot_img

Related Posts

Menteri P2MI Bahas Peluang Kerja PMI di Eropa, Fokus Italia hingga Malta

Jakarta | EnterKal — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Italia merangkap Malta, Siprus, dan San Marino, Junimart Girsang, di Kantor KP2MI, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan diplomasi ketenagakerjaan serta pembukaan peluang kerja baru bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Eropa, khususnya sektor hospitality dan sektor formal lainnya.

Bidik Kuota Tenaga Kerja di Italia

Mukhtarudin menyatakan pemerintah siap mengoptimalkan peluang kerja bagi tenaga kerja terampil Indonesia, terutama melalui skema Decreto Flussi yang dibuka Pemerintah Italia untuk periode 2026–2028.

Dalam skema tersebut, Italia membuka sekitar 497.550 kuota tenaga kerja asing dalam tiga tahun ke depan.

“Sektor prioritas meliputi hospitality, pertanian, konstruksi, dan kesehatan,” ujar Mukhtarudin.

Dorong Percepatan MoU Bilateral

Ia menegaskan, langkah strategis yang tengah ditempuh adalah percepatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Italia.

“Indonesia harus masuk dalam daftar resmi negara pengirim non-Uni Eropa. MoU ini penting untuk mengatur mekanisme pengiriman, kuota, kualifikasi, hingga perlindungan hukum dan sosial bagi pekerja kita,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian P2MI telah mengirimkan surat resmi kepada KBRI Roma pada 11 Maret 2026 terkait usulan kerja sama mobilitas tenaga kerja terampil.

Potensi Tenaga Kerja Terampil

Mukhtarudin optimistis Indonesia mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Eropa. Pada 2025, lulusan SMK jurusan pariwisata tercatat mencapai lebih dari 108 ribu orang.

“Kita memiliki suplai tenaga kerja yang besar dan berkualitas. Dengan pelatihan bahasa dan sertifikasi internasional, PMI kita akan menjadi pilihan utama di sektor hospitality Eropa,” ujarnya.

Malta dan Siprus Jadi Pasar Potensial

Selain Italia, peluang kerja juga terbuka di Malta dan Siprus. Mukhtarudin menyebut saat ini terdapat permintaan tenaga kerja di sektor perhotelan di Malta yang dapat mencapai 400 orang per tahun.

Data penempatan PMI juga menunjukkan tren positif, dengan capaian hampir 297 ribu penempatan pada 2025. Pemerintah berharap pembukaan jalur resmi ke Italia dapat meningkatkan angka tersebut sekaligus menekan penempatan nonprosedural.

“Kami menyiapkan pilot project dan roadmap kerja sama jangka panjang untuk memastikan pekerja yang berangkat memiliki kompetensi tinggi dan perlindungan maksimal,” tegasnya.

Dorongan Diplomasi Langsung

Dalam pertemuan itu, Dubes Junimart Girsang menyarankan agar Menteri Mukhtarudin melakukan kunjungan langsung ke Italia guna memperkuat koordinasi antar pemerintah (government-to-government).

“Kalau boleh saran, Pak Menteri mesti bertemu langsung dengan kementerian di sana,” ujar Junimart.

Ia juga menilai kualitas instruktur pelatihan di Indonesia sudah memadai, sehingga tidak perlu mendatangkan pelatih dari luar negeri.

Peluang Besar bagi PMI

Junimart mengungkapkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan otoritas Malta, terdapat kebutuhan mendesak tenaga kerja di sektor pelayanan.

“Mereka sangat membutuhkan tenaga kerja di sektor hospitality, minimal 400 orang,” katanya.

Selain itu, Siprus juga membuka peluang bagi tenaga kesehatan dan sektor pertanian, sementara Italia tetap menjadi pasar utama dengan kebutuhan tenaga kerja yang besar.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap dapat memperluas akses kerja luar negeri yang aman, legal, dan bermartabat bagi Pekerja Migran Indonesia, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

spot_imgspot_img
spot_img
spot_img

Popular Articles