Palangka Raya | EnterKal – Sebanyak 296 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Palangka Raya akan diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 1447 Hijriah/2026.
Ratusan jemaah tersebut tergabung dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 5, Kloter 7, dan Kloter 8.
Jadwal keberangkatan dimulai pada 29 April 2026 untuk Kloter 5 dengan jumlah 192 jemaah. Sementara 104 jemaah lainnya yang tergabung dalam Kloter 7 dan Kloter 8 dijadwalkan berangkat pada 2 Mei 2026.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan lancar.
“Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen memastikan seluruh jemaah haji dapat berangkat dengan baik dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujar Zaini.
Puluhan Jemaah Masuk Kategori Risiko Tinggi
Zaini menyoroti kondisi kesehatan para jemaah, mengingat sebagian di antaranya masuk kategori lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tertentu.
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 33 jemaah lanjut usia (lansia) dan delapan jemaah yang menggunakan kursi roda.
Selain itu, sebanyak 50 jemaah tercatat memiliki risiko kesehatan berat, sementara 24 jemaah lainnya masuk kategori risiko sedang.
Adapun usia jemaah tertua tercatat 86 tahun, sedangkan jemaah termuda berusia 16 tahun.
Dinkes Siapkan Pendampingan Intensif
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan akan memberikan pendampingan khusus kepada jemaah yang memiliki risiko kesehatan.
Pendampingan dilakukan sejak proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Dinas Kesehatan akan melakukan pendampingan dan pemantauan secara intensif bagi jemaah dengan risiko kesehatan, sehingga mereka tetap mendapatkan pelayanan yang optimal selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji,” jelasnya.
Zaini berharap seluruh calon jemaah haji asal Palangka Raya diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurutnya, kesiapan teknis dan dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. (Red)





