spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Dispar Kalsel Fasilitasi Sertifikasi Barista dan Tenaga Perhotelan

Sebanyak 100 tenaga kerja mengikuti sertifikasi profesi barista, resepsionis, pramusaji hotel, dan bellboy. Program ini mengacu pada SKKNI untuk memperkuat standar pelayanan dan daya saing tenaga kerja pariwisata Kalimantan Selatan.

KABUPATEN BANJAR | EnterKal – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Selatan memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi 100 tenaga kerja pariwisata pada Tahap III Tahun 2026. Program ini menyasar empat profesi, yakni barista, resepsionis, pramusaji hotel, dan bellboy, untuk meningkatkan standar pelayanan serta daya saing sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata dan Spa Indonesia (LSP PARSI) Yogyakarta tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di Kabupaten Banjar, Kamis (15/10/2026). Sebanyak tujuh asesor dilibatkan dalam proses pengujian sesuai bidang kompetensi masing-masing.

Dari total peserta, sebanyak 42 orang mengikuti sertifikasi profesi barista, 30 orang resepsionis, 18 orang pramusaji hotel, dan 10 orang bellboy.

Sertifikasi diarahkan pada standar industri

Kepala Dispar Kalsel, Iwan Fitriady, mengatakan sertifikasi kompetensi merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penopang perekonomian daerah.

Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari kekayaan budaya dan kuliner hingga berbagai destinasi yang dapat dikembangkan untuk bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya.

Namun, potensi tersebut perlu didukung pengelolaan profesional dan kualitas pelayanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan.

“Oleh karena itu, Kalimantan Selatan perlu membangun perekonomian yang tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga pemanfaatan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. Pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan mengandalkan keindahan destinasinya saja,” kata Iwan saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menegaskan, kualitas tenaga kerja berpengaruh terhadap pengalaman wisatawan, mulai dari penyambutan tamu, kenyamanan selama menginap, hingga pelayanan kuliner.

“Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata agar diakui dan terstandarisasi kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri, yang nantinya akan mendorong pertumbuhan usaha dan ekonomi serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Barista menjadi peserta terbanyak

Dari empat profesi yang disertifikasi, barista menjadi kelompok peserta terbesar dengan 42 orang. Jumlah tersebut, menurut Iwan, sejalan dengan pertumbuhan usaha kafe di Kalimantan Selatan yang membutuhkan tenaga kerja profesional.

“Seperti diketahui, di Kalimantan Selatan itu cukup masif usaha terkait dengan kafe, yang tentunya salah satu pendukung dari kafe itu adalah teman-teman barista,” ujarnya.

Program sertifikasi ini merupakan kelanjutan dari tahapan sebelumnya yang telah menyasar berbagai profesi penunjang pariwisata, seperti pemandu wisata atau tour guide, pimpinan perjalanan atau tour leader, konsultan tur, serta tenaga perhotelan.

Dispar Kalsel menargetkan semakin banyak pekerja pariwisata memperoleh sertifikat kompetensi sesuai bidang masing-masing. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.

“Jadi, targetnya, kami berharap dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia, seluruh pekerja bidang pariwisata di Kalimantan Selatan mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan sudah kompeten atau memiliki sertifikat sesuai dengan bidangnya masing-masing,” pungkas Iwan.

Pengujian mengacu pada SKKNI

Manajer Operasional LSP PARSI Yogyakarta, Eka Setiawati, menjelaskan bahwa pengujian kompetensi dilakukan melalui tiga metode, yaitu demonstrasi praktik, wawancara lisan, dan ujian teori tertulis.

Materi pengujian mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang digunakan sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian kemampuan tenaga kerja dengan standar kompetensi yang berlaku.

“Dasar dari materi uji kompetensi ini adalah SKKNI, yang bertujuan untuk menstandarkan SDM di Indonesia agar kualitas dan pelayanannya sesuai standar, di mana pun lokasinya,” jelas Eka.

Ia menambahkan, penilaian mencakup tiga aspek utama, yakni keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude).

Melalui sertifikasi tersebut, tenaga kerja pariwisata diharapkan memiliki pengakuan kompetensi yang dapat mendukung profesionalisme dan daya saing mereka di industri. Keberlanjutan program serta penerapan kompetensi dalam pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan benar-benar dirasakan oleh wisatawan. (Red)

Diskominfo Apresiasi Prestasi Nasional KIM Bintang Jaya Itah

“Pemerintah Kota Palangka Raya dengan dukungan Pemprov Kalteng, akan memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas, pengembangan program, serta keberlanjutan inovasi KIM di masa mendatang"

S1F Unggul di Quick Count Pilbup Barito Utara, Selisih 3.376 Suara

“Keunggulan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kepercayaan publik terhadap visi dan program kami. Ini adalah amanah yang akan kami jaga dengan integritas tinggi”

ASN Kalteng Rayakan Paskah, Linae: Perkuat Integritas dan Pelayanan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar ibadah rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirangkaikan dengan perayaan Paskah di Aula Jayang Tingang, Rabu (15/4/2026).

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025Sumber :...

BGN Klarifikasi Motor Listrik Rp42 Juta untuk Program MBG, Lebih Rendah Dari Harga Pasar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibeli dengan harga Rp42 juta per unit, lebih rendah dari harga pasar.

Achmad Diran Kembali Pimpin PAN Kalteng Periode 2024–2029, Tomy Irawan Jabat Ketua Harian

“Dalam kepengurusan, ada perubahan dikit. 90 persen kepengurusan yang lama”

PUPR Fokus Perbaikan Jalan dan Irigasi pada Tahun 2026

“Beberapa ruas jalan serta saluran irigasi di sejumlah titik masih memerlukan penanganan lebih intensif. Karena itu, PUPR memprioritaskan peningkatan kualitas infrastruktur dasar tersebut agar lebih optimal mendukung aktivitas masyarakat"

Safari Ramadan di Takisung, Pemkab Tanah Laut Salurkan Hibah Rp1,08 Miliar dan Tekankan Percepatan Infrastruktur

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memanfaatkan momentum Safari Ramadan di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Rabu (26/2/2026), sebagai ruang konsolidasi sosial sekaligus penegasan komitmen pembangunan daerah.

Gubernur Kalteng Lantik Linae Viktoria Aden sebagai Pj Sekda

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, resmi melantik Linae Viktoria Aden sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dalam prosesi khidmat, Selasa (31/3/2026) malam.

Fairid Bidik Atlet Potensial di Porprov XIII Kalteng

Pemerintah Kota Palangka Raya menilai Porprov XIII Kalimantan Tengah 2026 bukan hanya ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum strategis untuk menemukan dan membina atlet potensial menuju level nasional.

Popular Articles