BANJARMASIN | EnterKal – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan menggelar sertifikasi pelatih dan wasit juri pencak silat tingkat Provinsi III Muda dengan 59 peserta. Kegiatan selama tiga hari ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kepelatihan dan perangkat pertandingan sekaligus memperkuat pembinaan atlet di daerah.
Sertifikasi yang berlangsung di Banjarmasin tersebut menghadirkan pemateri dari Pengurus Provinsi IPSI Kalsel, termasuk wasit juri internasional dan pelatih nasional. Materi diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai teknik kepelatihan, regulasi pertandingan, serta standar pelaksanaan kompetisi.
Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel, H. Supri Muyono, mengatakan peningkatan jumlah dan kualitas pelatih diperlukan agar pembinaan atlet dapat dilakukan lebih luas dan terarah.
“Dengan semakin banyaknya pelatih berkualitas, pengembangan pembibitan dan peningkatan prestasi atlet akan lebih leluasa. Daerah harus memiliki visi nasional dalam membangun pembinaan olahraga,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026) malam.
Materi Sertifikasi Mencakup Regulasi Terbaru
Supri menjelaskan, materi sertifikasi berlangsung selama tiga hari dengan mencakup coaching atau kepelatihan, peraturan terbaru pencak silat tahun 2026, norma dan etika, motivasi, mentalitas wasit juri, serta praktik lapangan.
Pembaruan peraturan menjadi salah satu fokus agar pelatih dan perangkat pertandingan memahami ketentuan yang berlaku dan dapat menerapkannya dalam latihan maupun kompetisi.
Menurut Supri, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juri perlu dilakukan secara berkelanjutan. Kompetensi kedua unsur tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pembinaan sekaligus mendukung pelaksanaan pertandingan sesuai standar.
IPSI Kalsel mencatat memiliki sembilan wasit juri nasional, dua wasit juri internasional, serta sekitar 15 pelatih nasional. Sumber daya tersebut menjadi bagian dari kapasitas pembinaan pencak silat di Kalimantan Selatan.
Piala Ketua Umum IPSI Kalsel Disiapkan November
Selain sertifikasi, IPSI Kalsel menyiapkan kejuaraan tahunan Piala Bergilir Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel yang direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026 di Banjarmasin.
Kejuaraan tersebut akan mempertandingkan kelompok usia dini, praremaja, remaja, hingga dewasa.
Supri berharap peningkatan kompetensi pelatih dan wasit juri dapat mendukung penyelenggaraan kejuaraan sekaligus memperkuat kualitas kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
IPSI Kalsel juga membuka peluang pengembangan kapasitas pelatih melalui program di tingkat internasional. Peluang yang disampaikan Supri berkaitan dengan persiapan kejuaraan dunia di Uzbekistan serta program penempatan selama enam bulan di Australia dalam rangka persiapan menuju Olimpiade.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat memperluas wawasan pelatih dan mendorong penerapan pengetahuan baru dalam pembinaan pencak silat di daerah.
Dispora Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Heru Susmianto, mengapresiasi pelaksanaan sertifikasi tersebut.
Menurut Heru, peningkatan kompetensi pelatih dan perangkat pertandingan perlu berjalan beriringan dengan pembinaan atlet. Pemahaman terhadap regulasi terbaru akan membantu pelatih dan atlet menyiapkan diri menghadapi kompetisi.
“Pembinaan perangkat pertandingan ini diharapkan turut berpengaruh terhadap pembinaan atlet. Dengan memahami regulasi terbaru, pelatih dan atlet dapat meningkatkan kualitas persiapan serta kemampuan mereka,” ujarnya.
Heru mengatakan pencak silat memiliki banyak peminat di Kalimantan Selatan. Karena itu, peningkatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet dan mendukung pencapaian prestasi daerah.
Sertifikasi ini menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem pembinaan pencak silat, mulai dari penjaringan atlet usia dini, peningkatan kualitas latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi. Dampaknya akan ditentukan oleh penerapan kompetensi yang diperoleh peserta dalam kegiatan pembinaan dan pertandingan setelah sertifikasi selesai. (Red)





