Jakarta | EnterKal – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menerima audiensi jajaran pimpinan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Kantor KemenP2MI, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan ini membahas kolaborasi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul Kalimantan Selatan untuk mengisi peluang kerja profesional di tingkat global.
Transformasi Penempatan PMI
Dalam arahannya, Mukhtarudin menegaskan adanya perubahan paradigma dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), dari sektor informal menuju tenaga kerja profesional.
“Dulu orang mengenal BNP2TKI identik dengan pengiriman pembantu. Sekarang paradigma itu kita ubah total. Fokus kita adalah menempatkan skill workers di sektor profesional dan formal untuk mengisi ruang-ruang kerja di seluruh dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan peran kementerian sebagai regulator sekaligus operator didukung regulasi, termasuk Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 dan aturan turunan lainnya.
Peluang Global dan Bonus Demografi
Mukhtarudin memaparkan, terdapat 252.419 lowongan kerja luar negeri yang belum terisi, terutama di sektor kesehatan, manufaktur, dan perhotelan.
Menurutnya, peluang ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi, di tengah negara maju yang menghadapi penuaan penduduk.
“Ini adalah peluang emas bagi lulusan perguruan tinggi agar tidak menjadi pengangguran intelektual, melainkan menjadi kekuatan ekonomi nasional,” katanya.
Ia juga menyebut kontribusi PMI terhadap negara cukup signifikan, dengan remitansi mencapai Rp288 triliun pada 2025.
ULM Siapkan Migrant Center
Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menyampaikan komitmen kampus untuk mendirikan Migrant Center sebagai pusat edukasi dan pembekalan calon pekerja migran.
“Ini adalah kehormatan luar biasa bagi seluruh civitas akademika. Sebagai alumni, pencapaian Bapak Menteri menjadi motivasi bagi 34.900 mahasiswa kami,” ujarnya.
Menurutnya, Migrant Center akan menjadi wadah edukasi, riset, dan penguatan kapasitas mahasiswa agar siap bersaing di pasar global.
Empat Arah Kerja Sama
Kolaborasi KemenP2MI dan ULM akan difokuskan pada empat program utama:
- Peningkatan kompetensi dan pelatihan SDM mahasiswa dan alumni
- Pembentukan ULM Migrant Center
- Program KKN tematik terkait migrasi aman dan literasi keuangan
- Riset bersama terkait profil calon pekerja migran
Langkah ini diharapkan mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Penguatan Peran Akademisi
ULM juga memaparkan capaian institusi, termasuk perluasan akses pendidikan melalui program studi di luar kampus utama serta peningkatan riset yang menempatkan ULM di peringkat atas nasional.
Rektor menegaskan, kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mencetak lulusan berdaya saing global yang tetap terlindungi secara hukum.
“Kami ingin memastikan SDM dari Kalimantan Selatan memiliki daya saing global namun tetap terlindungi,” imbuhnya.
Komitmen Tindak Lanjut
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menindaklanjuti kerja sama dalam bentuk program konkret.
Mukhtarudin yang juga alumni ULM menyatakan akan hadir langsung ke Banjarmasin jika Migrant Center telah siap diresmikan.
“Insya Allah, kalau Migrant Center di ULM sudah siap kita resmikan, saya akan langsung hadir ke kampus perjuangan kita di Kayu Tangi,” pungkasnya. (Fj-Red)




