spot_img

Top 5 EnterKal

spot_img
spot_img

Related Posts

Menteri Mukhtarudin Dorong Unud Cetak Talenta Global untuk Pasar Kerja Dunia

Kolaborasi KP2MI dan Universitas Udayana diarahkan untuk memperkuat kualitas SDM, memperluas akses kerja luar negeri yang aman dan prosedural, serta menyiapkan tenaga profesional Indonesia menghadapi kebutuhan pasar global.

Jakarta | EnterKal – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima audiensi jajaran Rektorat Universitas Udayana (Unud) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk membangun ekosistem pekerja migran Indonesia yang aman, prosedural, dan berkualitas.

Audiensi dihadiri Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prof. Dr. Drs. I Nengah Punia, serta Nurhayati Effendi. Menteri Mukhtarudin didampingi Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol Dwiyono.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa transformasi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menjadi kementerian membawa mandat yang lebih besar dalam memperkuat tata kelola migrasi tenaga kerja Indonesia.

“Arahan Presiden sangat jelas. Pertama, bagaimana kita melakukan penguatan dari segi kualitas perlindungan mulai dari hulu hingga hilir, sejak sebelum penempatan, saat penempatan, hingga purna pekerja migran. Kedua, terkait peningkatan kualitas pekerja migran agar didominasi oleh skilled workers,” ujar Mukhtarudin.

Menjawab Kebutuhan Pasar Kerja Global

Mukhtarudin menilai bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia harus dimanfaatkan untuk mencetak SDM produktif dan berdaya saing internasional.

Menurutnya, sejumlah negara maju seperti Jepang, Turki, Italia, dan Rusia tengah menghadapi fenomena penuaan penduduk (aging population) sehingga membutuhkan tenaga kerja asing dalam jumlah besar.

Data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) periode Januari 2025 hingga 31 Mei 2026 mencatat sebanyak 420.040 layanan penempatan PMI secara nasional. Lima negara tujuan utama adalah Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Sementara itu, khusus Provinsi Bali, tercatat 33.146 layanan penempatan prosedural sepanjang 2023 hingga 31 Mei 2026. Negara tujuan utama meliputi Italia, Turki, Bulgaria, Jepang, dan Polandia dengan dominasi sektor wellness therapist dan hospitality.

“Nah, jumlah ini adalah yang prosedural ya, yang terdata resmi di kita. Lewat kolaborasi ini, kita juga ingin sekaligus mengatasi pengangguran di Bali,” kata Mukhtarudin.

Empat Fokus Kerja Sama Strategis

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas empat fokus utama kerja sama.

Pertama, penguatan pendidikan dan peningkatan kompetensi SDM melalui program fast track yang mencakup pelatihan bahasa asing, pemahaman budaya kerja, serta sertifikasi internasional di sektor kesehatan, pariwisata, hospitality, bisnis, dan teknologi.

Kedua, pembentukan Udayana Migrant Center yang terintegrasi dengan layanan karier kampus sebagai pusat informasi, konsultasi, dan edukasi migrasi aman bagi mahasiswa, alumni, maupun masyarakat.

Ketiga, optimalisasi riset dan pertukaran data guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, inovasi, dan evaluasi program pelindungan pekerja migran.

Keempat, pengembangan program talenta global dengan memanfaatkan keunggulan akademik Universitas Udayana pada bidang kesehatan, pariwisata, dan bahasa asing untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di Jepang, Jerman, hingga kawasan Timur Tengah.

“Saya berharap kita bisa segera berkolaborasi. Menempatkan orang-orang yang terdidik ke luar negeri itu sudah merupakan bentuk perlindungan awal yang luar biasa. Kita akan segera mengaplikasikan rencana kerja sama ini dalam waktu dekat,” tegas Mukhtarudin.

Unud Siap Cetak SDM Global

Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana menyambut positif rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan kampusnya untuk mendukung peningkatan kualitas SDM yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

“Paparan Pak Menteri Mukhtarudin sudah sangat jelas, dan tugas kami di perguruan tinggi adalah penguatan SDM. Universitas Udayana saat ini mengelola 13 fakultas dengan total sekitar 33 ribu mahasiswa aktif. Melihat proyeksi dan data yang disampaikan Pak Menteri, ada kecocokan yang sangat besar antara kebutuhan pasar global dengan kompetensi yang kami miliki,” ujarnya.

Menurut Ketut Sudarsana, Universitas Udayana selama ini telah memiliki pengalaman menyalurkan alumni ke luar negeri, khususnya di sektor pariwisata melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan di Jepang.

Melalui kerja sama dengan KP2MI, program tersebut diharapkan dapat diperluas secara lebih masif, terstruktur, dan aman sesuai regulasi negara.

“Kami ingin menyiapkan lulusan yang benar-benar siap ditempatkan, mulai dari kemampuan kompetensi hingga pemahaman peluangnya. Dengan begitu, perguruan tinggi tidak akan menciptakan pengangguran intelektual,” katanya.

Fokus pada Bahasa dan Wellness Tourism

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Universitas Udayana telah memiliki pusat pelatihan Bahasa Mandarin dan Program Studi Bahasa Jepang yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Selain itu, kampus tersebut juga tengah mengembangkan ekosistem wellness tourism berbasis kearifan lokal Bali yang sejalan dengan tingginya permintaan tenaga kerja di sektor tersebut.

“Kompetensi unik inilah yang akan kami dorong agar alumni kami memiliki nilai tawar tinggi di kancah global,” ujar Ketut Sudarsana.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Udayana juga mengundang Menteri Mukhtarudin untuk memberikan kuliah umum kepada sivitas akademika terkait peluang kerja luar negeri yang aman dan profesional.

Kerja sama antara KP2MI dan Universitas Udayana diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat tata kelola migrasi yang aman, meningkatkan kualitas SDM nasional, serta mencetak generasi muda Bali yang mampu bersaing di tingkat global. (Fj-Red)

Pemkot Palangka Raya Peringati Hari AIDS Sedunia 2025

“HIV/AIDS sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal. Ketika masyarakat datang berobat, baru diketahui. Karena itu, screening secara periodik menjadi sangat penting agar penularan bisa dicegah sejak dini”

DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Kalteng 2026–2031, Rahmanto Muhidin Pimpin Dewan Tanfidz

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan komposisi dan personalia Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2031.

GPM Serentak Digelar, Pemprov Kalteng Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan dan HBKN 2026

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Ada subsidi yang diberikan, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp10.000 per komoditas”

KemenP2MI–UNPRI Teken MoU, Siapkan Migran Center Terpadu

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Prima Indonesia di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Kerja sama ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berbasis pendidikan.

Debit Air Naik Hingga 20 Sentimeter, BPBD Palangka Raya Minta Warga Waspada

“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena berdasarkan hasil pemantauan, debit air mengalami peningkatan yang cukup signifikan”

HUT ke-61 Pemkot, Fairid: Kolaborasi Kunci Palangka Raya Maju dan Berprestasi

Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat kolaborasi. Wali Kota Fairid Naparin menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan pembangunan serta mempertahankan berbagai capaian prestasi daerah di tingkat regional maupun nasional.

Achmad Zaini: Nilai Pancasila Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Wakil Wali Kota Palangka Raya menegaskan nilai-nilai Pancasila tidak cukup dipahami sebagai dasar negara, tetapi harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang adil, profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Demo DPRD Kaltim, Massa Soroti Anggaran Mobil Dinas dan Rujab

Ribuan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kalimantan Timur, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Selasa (21/4/2026). Aksi ini menuntut transparansi anggaran pemerintah daerah, khususnya terkait pengadaan mobil dinas dan pembangunan rumah jabatan gubernur.

Pemkot Palangka Raya Komitmen Perkuat Sistem Perlindungan Perempuan dan Anak

“Pada tahun 2023 terdapat 41 kasus dan pada tahun 2024 terdapat 78 kasus. Sementara itu, pada tahun 2025 hingga Oktober, tercatat 33 kasus. Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi pencegahan dan penanganan”

Popular Articles